Syair tentang cinta kahlil gibran

Friday

syair cinta teromantis sepanjang masa

perihal-cinta
CINTA tak habis kata untuk mengartikan makna dari kalimat tersebut.
Cinta Sebuah kata yang sangat fenomenal Dan menyimpan berjuta-juta makna,
tidak hanya dari segi rasa, namun  mencakup segala aspek kehidupan. Banyak orang mengagung-agungkan cinta,
bahkan ada yang rela mati karna cinta.Seperti kisah dramatis antara Romeo dan Juliet.
Banyak yang mengatakan bahwa cinta tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya bisa dirasakan.
Tapi cinta bisa di ungkapkan denagn kata-kata yang indah.
sebagai mana para penyair mengungkapkan "makna dari cinta' dengan kemahiran mereka mengola kata demi kata
sehingga menjadi kalimat yang menyentuh hati bagi pembacanya.
seperti halnya karya sang penyair legendaris Kahlil gibran berikut ini:

"Ketika cinta memanggilmu maka
dekatilah dia walau jalannya
terjal berliku,
jika cinta
memelukmu maka dakaplah ia
walau pedang di sela-sela
sayapnya melukaimu"


berikut adalah kumpulan puisi tentang cinta teromantis
karya "kahlil gibran"

Setetes airmata menyatukanku
dengan mereka yang patah hati
seulas senyum menjadi sebuah
tanda kebahagiaanku dalam
kewujudan. 

Aku merasa lebih
baik jika aku mati dalam hasrat
dan kerinduan…dari aku hidup
menjemukan dan putus asa.

keabadian pantai

Aku berjalan selalu di pantai ini.
Antara pasir dan buih, Air
pasang bakal menghapus
jejakku.

Dan angin kencang
menyembur hilang buih putih.

Namun lautan dan pantai akan
tinggal abadi

Kekuatan Cinta

Kekuatan untuk mencintai
adalah anugerah terbesar yang
diberikan Tuhan kepada
manusia,
sebab kekuatan itu
tidak akan pernah direnggut
dari manusia penuh berkat yang
mencinta.

Harta benda

Harta benda yang tak
punya batas,
membunuh manusia
perlahan dengan
kepuasan
yang
berbisa.
Kasih sayang membangunkannya dan
pedih peri nestapa membuka
jiwanya.

itulah beberapa syair tentang cinta dari kahlil gibran.
Read More >>

puisi puisi kahlil gibran

Thursday

puisi puisi karya kahlil gibran

puisi puisi kahlil gibran
Puisi by:kahlil gibran

Kawanku,Aku
Bukanlah apa yang tampak padaku. 
Penampilan tidak lebih dari apa 
hanyalah pakaian yang kukenakan 
yakni kain yang melindungiku 
dari cecaran pertanyaanmu 
dan melindungimu dari kealpaanku. 

Aku didalam diriku kawanku, 
mendekam dirumah keheningan
dan disana ia akan tinggal selamanya, 
tak teraba, tak terdekati. 
Mustahil bagiku untuk membuatmu 
Meyakini apa yang kukatakan 
atau mempercayai apa yang kulakukan
sebab kata-kataku hanyalah suara pikiranmu 
yang kusuarakan dan tindakanku 
adalah harapanmu yang diwujudkan.

Demikian puisi dari kahlil gibran
salam blogger
Read More >>

Perihal Cinta'kahlil gibran'

Wednesday

Perihal Cinta



Apabila cinta memberi isyarat kepadamu..
ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam...
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya...
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.

Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya..
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu
bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau,
demikian pula dia kan menyalibmu.

Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu,
demikian pula dia ada untuk pemangkasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu,
dan membelai mesra ranting-rantingmu
dan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.

Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu,
dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta,
supaya bisa kaupahami rahasia hatimu,
dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.

Namun pabila dalam ketakutanmu,
kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.
Maka lebih baiklah bagimu,
kalau kaututupi ketelanjanganmu,
dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa,
tapi tak seluruh gelak tawamu,
dan menangis,
tapi tak sehabis semua airmatamu.

Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri,
dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki,
pun tiada ingin dimiliki;
Karena cinta telah cukup bagi cinta.

Pabila kau mencintai kau takkan berkata,
TUHAN ada di dalam hatiku,
tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati TUHAN”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta,
sebab cinta,
pabila dia menilaimu memang pantas,
mengarahkan jalanmu.

Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya.
Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan,
biarlah ini menjadi aneka keinginanmu:
Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali,
yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.

Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan,
dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;
Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu,
dan sebuah gita puji pada bibirmu.

by:Khalil Gibran
Read More >>

Kahlil gibran"Jalan cinta"

Sunday

Jalan cinta
by:Kahlil gibran




Untuk anak-anakku,
Yang sedang bertanya-tanya
Tentang masa depan yang tersembunyi dan terbayang begitu jauh
Berharap-harap tentang hidup yang sedang dan akan dihadapinya
Anak-anakku,
yang sedang mencari keyakinan jiwa
Terhadap jiwa lain yang menjadi pasangan jiwanya

Anak-anakku,
Yang sedang gelisah
Menjalani hidup yang penuh ketidakpastian
Dan godaan-godaan yang memberatkan
Anak-anakku,
Yang semakin dewasa
Dan penuh dengan beban tanggungjawab kehidupan
Aku berdoa untuk kalian

Ya Allah,
Karuniakanlah kebajikan dan keteguhan hati kepada mereka
Jiwa-jiwa yang sedang tumbuh dewasa
Bersihkanlah jiwa mereka
Masukkanlah mereka dalam lindunganMu dan pemeliharaanMu

Anakku,
Pada mulanya engkau dan dia bertemu dalam ketidaksengajaan
Karena sejak mulanya adalah engkau dan dia dipertemukan
Oleh Tangan Gaib yang mengatur kehidupan
Dan sejak engkau bertemu lelaki bermata kuat
Dengan tatapannya yang tajam
Ada yang tersentak dari dalam dadamu
Engkau sering menyendiri duduk dalam gelap
bersenandung nyanyian kasmaran
Dan tersenyum entah untuk siapa
Nampaknya engkau tengah mabuk kepayang
memahat langit dengan angan-angan
mengukir malam dengan bayang-bayang
Jangan hanya diam engkau simpan dalam duduk termenung
Malam yang engkau sapa lewat tanpa jawab

Bersikaplah jujur dan terbuka
Tumpahkanlah perasaan yang sarat dengan cinta yang panas bergelora
Barangkali takdir tengah bicara
datang seorang lelaki diperuntukkan buatmu
Dan pandangan matanya memang khusus buatmu
Mengapa engkau harus sembunyi dari kenyataan

Cinta kasih sejati kadang datang tak terduga
Bergegaslah bangun dari mimpi
Atau engkau akan kehilangan keindahan yang tengah engkau genggam
Anggap saja takdir tengah bicara
Ia datang dari langit buatmu dan pandangan matanya khusus buatmu

Engkau akan segera menyadari
Keadaannya tidaklah jauh berbeda
Takdir tengah bicara kepadanya
Ada yang tersentak dari dalam dadanya
Sejak ia bertemu denganmu gadis bermata lembut
Dan tatapanmu yang sejuk
Ia mengasingkan diri dari keriuhan
Merenungi keajaiban ruhaniah yang menggetarkan jiwanya
Bermalam-malam lewat tanpa jawab
Berharap-harap ia bertemu lagi denganmu
Menyusun angan-angan duduk berdua di bawah pohon cemara
Dan bercerita tentang sepasang burung yang bercumbu di atas dahan
Ia menyematkan kembang di rambut telinga kananmu

Lalu waktu yang engkau dan dia bayangkan pun tiba
Engkau bertemu dengannya berdiri di dekat duduknya
Tetapi ia hanya duduk terdiam
Engkaupun hanya berdiri terpaku berharap-harap
Ia berdiri mendekat ke hadapanmu dan menyapamu
Angin dan daunan dan waktu bercanda menunggu
Tetapi engkau dan dia tidak beranjak menyambut suara alam
Yang mengabarkan harapanmu terhadapnya
Dan mengabarkan hasratnya terhadapmu
Keraguanlah yang menyelimuti langkahmu
Engkau ragu keliru memahami pandangan matanya
Ketakutanlah yang menyelubungi langkahnya
Ia takut menemui kenyataanmu yang berbeda
Waktu berlalu dan engkau dan dia berlalu

Sejak ia berlalu dari hadapanmu
Sepi menggelayut di dalam dadamu dan rindu bayang-bayangnya
Sejak engkau berlalu dari hadapannya
Di dadanya bergelayut sepi dan rindu bayang-bayangmu
Engkau dan dia memang tidak seperti kanak-kanak lagi
Kanak-kanak tidak pandai berdusta apalagi terhadap perasaan di dada
Kanak-kanak yang begitu jujur tentang apa yang disukainya atau dibencinya
Dan disampaikannya dengan tanpa beban
Sedang engkau menyembunyikan darinya
Perasaanmu yang bergelora
Dan dia menyembunyikan darimu
Hasratnya yang membara
Kedua-duanya bersembunyi dibalik harga diri
Mengapa engkau dan dia tidak bersegera mengikuti panggilan jiwa
Yang disatukan Tangan Gaib dalam cinta
Anugerah yang mengejawantah dalam dirimu dan dirinya
Pabila cinta telah memanggilmu ikutilah jalannya
Meski dibalik sayapnya yang anggun
Tersimpan pedang tajam melukaimu
Yakinlah anugerah gaibNya akan membimbing engkau dan dia
Dalam perjalanan yang menggembirakan betapa pun jauhnya
Apabila anugerah cinta telah melingkupi jiwamu dan jiwanya
Maka atas kehendakNya engkau dan dia akan dipertemukan
Betapapun engkau tidak menginginkan
Atau dia tidak menghendaki
Apabila hanya hasrat dan gelora nafsu yang melingkupi jiwamu dan jiwanya

Maka atas kehendakNya engkau dan dia akan dipisahkan
Betapapun engkau ingin menemukannya
Atau dia ingin menemukanmu
Sesungguhnya atas kehendakNyalah engkau dan dia dipertemukan atau
dipisahkanya.
Nampaknya kegelisahanmu dan hasratnya
Hendak dipertemukan olehNya dalam cinta
Sehingga waktu membuatmu sering berhadapan dengannya
Dan ruang sering menempatkannya di dekatmu
Lalu engkau dan dia menjadi lebih mudah berbicara
Dan mendekatkan jiwamu dengan jiwanya
Sampai tiba waktu yang engkau dan dia tunggu
Benih yang dianugerahkan untukmu dan untuknya
Telah mulai bersemi dan tumbuh sebagai pohon cinta dengan cepatnya
Kalian menjadi sepasang kekasih yang saling mengikat janji setia
Sepasang kekasih saling menumpahkan perasaan
Mengikat waktu dengan memadu rindu
Saling bercerita tentang kegembiraan
Saling bercerita tentang kesedihan
Saling membagi tentang harapan dan beban
Memupuk pohon cinta dengan terbuka
Kepercayaan dan keikhlasan tentang hidup yang nampak atau tersembunyi
Memberikan dengan segala kerelaan kesempatan dan dukungan
Meminta dengan lembut pembelaan dan perlindungan
Memberikan pengertian dengan sepenuh hati dan pikiran
Sepasang kekasih saling menjaga dan memelihara
Karena ada kalanya di tengah waktu
Datang masa-masa yang mengganggu dan membingungkan
Menjadi masalah dan kemarahan
Lalu seperti kanak-kanak kalian saling membenci
Tentang keadaannya yang tidak engkau inginkan
Tentang keadaanmu yang tidak dia inginkan
Lalu seperti kanak-kanak kalian saling berdiam
Tentang ketidakmengertiannya terhadap keinginanmu
Tentang ketidakmengertianmu terhadap keinginannya
Anugerah cinta, harapan dan kedewasaan yang membimbing kalian
Membawamu kembali mendekat kepadanya
Membawanya kembali mendekat kepadamu
Lalu kalian saling bercerita
Tentang pemeliharaan dan penjagaan sepasang kekasih
Lalu kalian saling mengingatkan tentang pohon cinta yang kalian
ikrarkan.

Di sepanjang perjalanan selalu datang kabut
Mengaburkan pandangan dan menghalangi tujuan hidup
Kekuatanmu dan kekuatannya dan anugerah cinta yang dapat
membersihkannya
Maka hanya kepadaNya berlindung dan berserah diri
Sepasang kekasih memohon penjagaan dan pemeliharaan
Sepasang kekasih memohon limpahan kasih sayang
Pohon cinta tumbuh subur dan semakin dewasa
Akarnya semakin kuat dan pokoknya semakin kokoh
Daunnya semakin rimbun meneduhi
Pohon dewasa yang siap berbunga dan berbuah
Dalam jiwamu mulai tumbuh perasaan-perasaan baru
Tentang tujuan dan harapan pohon cinta
Akankah ini berbunga dan berbuah dengan lebatnya
Engkau menjadi putik benih bagi hidup baru
Dan dia menjadi sari menghidupkan benih
Dalam jiwanya mulai tumbuh gagasan-gagasan baru
Tentang kedewasaan pohon cinta dan tujuan dan harapannya
Akankah ini berbunga dan berbuah dengan lebatnya
Akankah dia menikmatinya bermusim-musim
Malam-malam berlalu tanpa jawab
Kegelisahanmu dan kegundahannya dipertemukan dalam diam
Engkau tidak tahu bagaimana memulai kata ungkapan tentang perasaanmu
yang baru
Dia tidak tahu bagaimana menceritakan gagasannya yang baru
Kedewasaanmu dan kedewasaannya mendapat ujian
Menghadapi kenyataan dengan terbuka dan jujur

Bermalam-malam berlalu dengan doa
Engkau dan dia berdoa

Ya Allah,
Bersihkanlah diriku, jernihkanlah pikiranku, beningkanlah hatiku
Tunjukkanlah kepadaku keyakinan yang benar
Pilihkanlah bagiku asal yang baik dan akhir yang baik
Sampai tiba waktunya
Engkau dan dia dikuatkan
Saling membuka dan bercerita tentang hal yang sama
Dan kalian saling tertawa tentang kekakuan beberapa masa sebelumnya
Kalian saling memantapkan harapan dan tujuan
Kalian saling mengingatkan tanggungjawab dan kenyataan hidup
Kalian saling setuju hidup bersekutu
Maka atas KehendakNYa kalian dipersatukan
Atas NamaNya kalian menjadi Suami Istri dengan kasih sayang
Berjanji saling menjaga dan mengingatkan tentang kebaikan
Saling melindungi dan mendukung dalam kehidupan
Dan hidup menjadi lebih nyata dan membahagiakan
Begitulah kalian menjalani hidup bersekutu
Bulan-bulan berlimpah kegembiraan dan kesenangan
Memadu kasih dengan bahagia tanpa kesedihan dan kegelisahan
Seolah-olah hanya kalian berdua yang ada di dunia
Lalu waktu berjalan semakin panjang
Dan hidup menjadi semakin nyata
Keriuhan dan gejolak hidup menampakkan wujudnya
Engkau mengandung anakmu yang pertama
Lalu seperti mendapat jiwa lain bersemayam dalam tubuhmu
Engkau dan dia merasakan ikatan yang batin
Suamimu bergembira dan menjadi semakin dewasa
Sembilan bulan engkau menjaga anak dalam kandunganmu
Dengan susah payah yang bertumpuk
Ada kalanya engkau menyimpan marah dan kesal
Ada kalanya engkau begitu gembira dan bahagia
Penuh syukur dan doa kepadaNya
Ketika tiba saatnya

Beban kandungan semakin memuncak
Punggungmu semakin berat dan payah
Pinggangmu semakin pegal dan sulit bernapas
Anakmu mengabarkan waktunya semakin dekat
Dan engkau melahirkannya dengan kesulitan dan berat
Antara rasa hidup dan mati yang menyakitkan
Suamimu menjagamu dan menguatkanmu
Ketika suara tangis bayi terdengar
Manusia baru telah lahir di tengah-tengah keluargamu
Dan engkau merasakan kebahagiaan yang tinggi
Memeluk bayi basah begitu merah
Jiwamu penuh dengannya dan jiwanya mengenalimu sebagai ibunya
Udara seperti penuh malaikat-malaikat suci
Menyambut dengan doa kehadiran anakmu
Membisikkan kepadamu harapan-harapan dan janji dari Tuhan
Hidupmu menjadi begitu berharga dan mulia
Dan mendapat tempat istimewa di surgaNya
Engkau menjadi ibu
Suamimu menjadi bapak
Engkaupun mengasuh dan memeliharanya
Dengan kasih sayang yang berlimpah
Jiwamu terikat dengan jiwanya
Air susu yang engkau minumkan kepadanya
Menjadi air jiwa bagi anakmu
Dan kebahagiaannya meminum air susumu
Menjadi tali yang tidak pernah putus bagimu
Kemanapun engkau bepergian
Yang ada dalam hati dan pikiranmu hanyalah wajah mungilnya
Maka bila tiba waktu pulang
Engkau bergegas dan cepat-cepat hendak sampai rumah
Di halaman engkau dengar tangisnya
Ia mencium aroma tubuhmu lewat angin
Hatimu tersayat-sayat penuh dengan rasa rindu bergumpal-gumpal di
dadamu.
Air susumu menetes karenanya
Tidak sabar engkau angkat dan engkau cium wajahnya
Disambutnya engkau dengan senyum dari mulut mungil
Dan mata lucu yang merasa aman pelindungnya telah datang
Diusap-usapnya dengan kedua tangan mungil kulit wajahmu yang lekat di
wajahnya
Seolah-olah dapat dipastikan olehnya halus kulit wajahmu
Matanya semakin berbinar
Mendapati air susumu yang segar dan menyehatkan
Dan hatimu semakin bersinar

Kebahagiaan yang bertumpuk di atas kebahagiaan
Engkau lupakan semua lelah dan payah yang engkau jalani
Menungguinya bermalam-malam tanpa tidur
Ketika merengek ia basah oleh ompol atau kotoran
Ketika menangis ia tengah malam haus atau lapar
Waktu terus berjalan
Engkau melihat anakmu tumbuh berkembang
Belajar berguling dan menengkurapkan tubuhnya
Belajar merangkak dan berjalan
Dan mengucapkan kata-katanya yang pertama
Engkau mengajarinya memanggilmu ibu
Dan memanggil suamimu bapak
Engkau mengajarinya tentang alam
Api itu panas es itu dingin
Obat itu menyembuhkan racun itu mematikan
Engkau mengajarinya makan dan memakai baju
Menyisirkan rambutnya
Sambil bersenandung lagu kesukaannya
Dan menggumam betapa eloknya anakmu
Kesukaanmu kepadanya bertambah-tambah
Ikatanmu terhadapnya semakin kuatnya
Sedikit saja ia luka terjatuh atau tersayat pisau
Engkau begitu khawatirnya
Seolah-olah darah yang tumpah itu adalah darahmu sendiri
Dan kulitmulah yang tersayat atau luka
Begitu sayangnya engkau kepadanya
Sehingga yang engkau ucapkan adalah rasa marah
Yang lalu rasa sedihmu sebab telah memarahinya
Membuatmu menggendongnya dan mengusap lembut lukanya
Dengan obat yang paling lunak tetapi menyembuhkan
Engkau melihat anakmu tumbuh semakin dewasa
Dan menghadapi hidup dengan jalannya sendiri
Engkau semakin kesulitan menghadapinya
Seolah-olah ia tidak dapat mengerti keinginanmu
Dan engkau tidak lagi mengerti keinginannya
Ia hidup dengan teman-temannya sendiri
Berbicara sedikit denganmu dan dengan suamimu
Ia seolah-olah semakin jauh
Engkau bimbang dan gagap menghadapi dunianya yang berubah
Rasa cintamu kepadanya begitu ingin
Mengikatnya dalam rengkuhanmu
Mengamankannya dalam dekapanmu
Menggendong dan mengelus wajahnya seperti ketika ia kecil
Sedang gagasanmu tentang tantangan hidupnya begitu ingin
Membebaskannya melakukan pencarian
Mendukungnya tumbuh dan belajar menghadapi masa depannya
Melepaskannya untuk hidup dalam masanya
Sampai tiba waktunya ia benar-benar menjadi dewasa
Dan memahami duniamu dengan lebih leluasa
Dan engkau memahami dunianya dengan lebih lega
Percaya dan ikhlas tentangnya
Yakin karena engkau telah membimbingnya dengan benar
Maka engkau berdoa untuk anakmu setiap malam dalam sujud

Ya, Allah,
Tunjukkanlah kepada anakku jalan yang benar
Dekatkanlah ia kepada jalanMu
Bimbinglah ia, jagalah ia, lindungilah ia
Berikanlah kepadanya keteguhan dan keyakinan yang kuat
Tabahkanlah ia menghadapi hidup
Dan sabarkanlah kami dan bimbinglah kami orang tuanya

Ya Allah,
Kami berserah diri kepadaMu
Tiba waktu bagi anakmu menemukan kekasihnya
Seperti engkau ketika muda
Engkau begitu ingin melihat kekasihnya
Dililit rasa cemburu karena perhatiannya kepadamu
Tidak lagi seperti dahulu
Ia lebih banyak bersama kekasihnya daripada bersamamu
Dan ketika bersamamu
Ia lebih banyak bercerita tentang kekasihnya daripada tentangmu
Engkau merasa akan tiba waktunya
Dan ketika anakmu menikahi kekasihnya
Waktu pun tiba
Engkau berpisah dengannya
Anakmu menjalani hidup sendiri
Mendiami rumahnya sendiri
Bersama dengan istrinya seperti engkau dahulu
Dan hidupmu seolah-olah kesepian
Waktu terus berputar
Dan kalian berdua menjadi begitu tua
Rambut memutih dan tubuh melemah
Kenangan berjalan satu-satu di depan mata
Engkau menjadi memiliki kesadaran dan memahami
Hidup ini bisa begitu mudah atau rumit
Tergantung bagaimana engkau melihat dan menjalaninya
Sekarang engkau telah tua sehingga engkau melihat
Apa yang dahulunya engkau anggap
Sebagai kerumitan dan kesulitan yang besar
Ternyata hanyalah hal yang sederhana dan mudah saja
Ternyata engkau lahir bukan untuk bersiap-siap menghadapi hidup
Engkau lahir adalah untuk hidup dan menjalani hidup
Engkau lalu menjadi begitu pasrah dan ikhlas
Menerima waktu yang semakin habis
Tubuhmu menjadi sakit dan terbaring di dipan
Anak-anakmu yang dekat maupun yang jauh berdatangan
Berdoa dan memohonkan ampun di samping dipan
Mengantarkanmu memenuhi waktu terakhir
Sampai akhirnya engkau pergi meninggalkan dunia dengan tenang
Anak-anakmu bahagia
Melihatmu tersenyum dengan tenang di saat terakhir
Menandakan keberhasilanmu menjalani hidup
Mereka mendoakan
Hidupmu lebih bahagia dan tenang
Di alam yang lebih kekal
Mereka bangga terhadapmu.
Read More >>

syair kematian by kalil gibran

Thursday

Syair karya sang legendaris
Judul=kematian.
Karya= kahlil gibran.

Kematian adalah kebahagian bagi mereka yang telah mengerti jalannya,jalan untuk kembali kepada Tuhan sebagaimana di ungkapkan dalam Syair kahlil gibran yang berjudul kematin.


Biarkan aku terbaring dalam lelapku,
kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,
dan biarkan daku istirahat,
kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang. Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,
dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta
mawar.Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,
dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.
Biarku istirahat di ranjang ini,
kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;
Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan
menyejukkan jiwaku;
Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.
Hapuslah air matamu, saudaraku,
dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga
menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak tak terbatas.Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.
Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.
Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan
mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka.
Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di
dahiku dan memberkatiku.
Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,
dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku.
~ Khalil Gibran~
Read More >>

Download Puisi Kahlil Gibran Pdf.

Monday

Bagi tmen2 yang cari kumpulan syair dalam format PDF. Silahkan download failnya di bawah ini;

download puisi kahlil gibran pdf
Read More >>

nyanyian jiwa

Dalam kedalaman jiwa saya ada Sebuah lagu tanpa kata ,sebuah lagu yang hidup Dalam benih hatiku. Menolak untuk mencairkan dengan tinta pada Perkamen, itu menelan kasih sayangku Dalam jubah transparan dan mengalir, Tapi tidak pada bibirku.

Bagaimana saya bisa bernaafas? Aku mungkin takut Berbaur dengan urusan duniawi, Kepada siapakah aku harus menyanyikannya? Ini berdiam Di rumah jiwa saya, dalam ketakutan terdengar telinga.

Ketika saya melihat ke dalam mata batin saya Aku melihat bayangan bayangannya Ketika aku menyentuh ujung jariku Aku merasakan getaran nya. Perbuatan tanganku memperhatikannya sebagai danau,harus mencerminkan kehadiran Bintang-bintang berkilauan.

saya menangis Mengungkapkan itu, obat tetes embun cerah Mengungkapkan rahasia mawar layu. Ini adalah sebuah lagu disusun oleh kontemplasi, Dan diterbitkan oleh keheningan, Dan dijauhi oleh keributan, Dan dilipat oleh kebenaran, Dan diulang oleh mimpi, Dan dipahami oleh cinta, Dan disembunyikan oleh kebangkitan, Dan dinyanyikan oleh jiwa. Ini adalah lagu cinta, Apa Kain atau Esau dapat menyanyikannya? Hal ini lebih wangi dari bunga melati, Suara apa yang bisa memperbudak itu? Hal ini adalah tulang hati, sebagai rahasia sang perawan; Apa string yang bisa bergetar itu? Siapa yang berani menyatukan gemuruh laut Dan nyanyian burung bulbul? Siapa yang berani membandingkan jeritan prahara Untuk desahan bayi? Siapa yang berani berbicara keras-keras kata-kata Ditujukan jantung untuk berbicara? Apa berani manusia bernyanyi dalam suara Lagu Tuhan?
Read More >>

pujian jiwa

Saya mata kekasih, dan roh Anggur, dan makanan jantung.

Saya mawar. Hatiku terbuka di fajar dan Ciuman perawan saya ddan menempatkan saya Setelah payudaranya.

Saya rumah keberuntungan , dan Asal kesenangan, dan memulai Perdamaian dan ketenangan.

Akulah lembut Senyuman pada bibir keindahan. Ketika remaja Menyusul saya dia lupa kerja kerasnya, dan Seluruh hidupnya menjadi kenyataan mimpi manis

. Saya Kegembiraan si penyair, Dan inspirasi musisi. Saya sebuah kuil suci di hati seorang Anak, dipuja oleh seorang ibu penyayang.

Saya melihat tangisan jantung, dan aku menghindari permintaan; saya keterlaluan mengejar keinginan hati;

Saya melihat Adam melalui Hawa Dan pengasingan adalah nasibnya; Namun, saya mengungkapkan diri untuk Salomo, dan Dia menarik hikmah dari kehadiran saya.

Aku tersenyum pada Helena dan ia menghancurkan Tarwada; Namun, saya dinobatkan Cleopatra dan didominasi kedamaian Lembah Sungai Nil.

Aku seperti usia - hari ini membangun Dan besok menghancurkan;

Aku seperti dewa, yang menciptakan dan reruntuhan; Saya lebih manis dari violet itu mendesah; Saya lebih keras daripada badai mengamuk.

Hadiah sendiri tidak menarik saya; Perpisahan tidak mengecilkan hati saya; Kemiskinan tidak mengejar aku; Kecemburuan tidak membuktikan kesadaran saya

kegilaan tidak bukti kehadiran saya. Oh pencari, Akulah Kebenaran, memohon Kebenaran; Dan Anda Kebenaran dalam mencari dan menerima Dan melindungi aku harus menentukan Perilaku saya
Read More >>

kahlil gibran"TUHAN"

Pada masa lalu, ketika bergetar pidato pertama datang ke bibir saya, saya naik gunung suci dan berbicara kepada Allah, berkata, "Guru, saya budak-Mu.

Engkau akan tersembunyi adalah hukum-Ku dan aku akan lebih patuh kepadamu untuk selamanya" Tapi Tuhan tidak menjawab, dan seperti badai besar meninggal.

Dan setelah seribu tahun saya naik gunung suci dan kembali berbicara kepada Allah, berkata, 'Sang Pencipta, Saya adalah ciptaan-Mu. Dari tanah liat Engkau menciptakan aku, dan aku berutang kepadamu milikku. " Dan Tuhan tidak menjawab, tapi seperti sekelebat sayap meninggalkan.

Dan setelah seribu tahun aku menaiki gunung suci dan berbicara kepada Allah lagi, dengan mengatakan, "Ayah, aku aku anakmu. Dalam kasihan dan kasih Engkau telah memberi saya lahir, dan melalui kasih dan menyembah-Mu aku akan mewarisi kerajaan. " Dan Tuhan tidak menjawab, dan seperti kabut yang cadar di perbukitan jauh ia meninggal.

Dan setelah seribu tahun aku menaiki gunung suci dan kembali berbicara kepada Allah, mengatakan, "Allahku, saya dan sang peununtun tujuan saya, saya kemarin-Mu dan Engkau besok saya. Saya akar-Mu di bumi dan engkau bunga saya di langit, dan bersama kita tumbuh sebelum wajah matahari. '

Kemudian Tuhan membungkuk saya, dan berbisik di telingaku kata-kata manis, dan bahkan sebagai laut yang penuh rahmat dan sebuah sungai yang penuh berlimpah ke dia, dia merengkuh saya. Dan ketika aku turun ke lembah-lembah dan dataran, Tuhan ada di situ juga.

by: kahlil gibran.
Read More >>

kahlil gibran: kematian

Dari Almitra mengatakan, "Kami akan bertanya sekarang Kematian. " Dan dia berkata: Anda akan mengetahui rahasia kematian.

Tetapi bagaimana Anda menemukannya kecuali Anda mencarinya di jantung kehidupan?

Burung hantu malam yang terikat mata buta kepada hari tidak bisa mengungkap misteri cahaya.

Jika Anda memang akan lihatlah roh kematian, membuka hati Anda lebar kepada tubuh kehidupan.

Untuk hidup dan mati adalah satu, bahkan sebagai sungai dan laut adalah satu. Dalam kedalaman harapan dan keinginan terletak diam pengetahuan Anda
dari luar; Dan seperti benih bermimpi di bawah salju hatimu mimpi musim semi. Trust mimpi, karena di dalamnya adalah tersembunyi gerbang menuju keabadian.

Anda takut akan kematian hanyalah gembala gemetar ketika dia berdiri di hadapan raja yang tangannya harus diletakkan padanya untuk menghormati.

Apakah tidak menyenangkan bawah sheered gemetar, bahwa ia akan memakai tanda raja? Namun dia tidak lebih sadar-nya gemetar? Untuk apa itu mati, tetapi untuk berdiri telanjang di angin dan mencair ke matahari?

Dan apa yang berhenti bernapas, tetapi untuk membebaskan nafas dari rasa pasang gelisah, bahwa hal itu mungkin naik dan memperluas dan mencari Tuhan tidak terbebani?

Hanya ketika Anda minum dari sungai keheningan memang anda wajib bernyanyi.

Dan ketika Anda telah mencapai puncak gunung, maka Anda akan mulai memanjat.

Dan ketika bumi akan mengklaim anggota badan Anda, maka akan Anda benar-benar menari.

by:kahlil gibran
Read More >>

sang penyair

Kekuatan amal menabur dalam hati saya, dan saya menuai dan mengumpulkan gandum di bundel dan memberi mereka bagi mereka yang kelaparan.
Jiwaku memberi hidup kepada selentingan dan saya persnya tandan dan memberikan jus kepada haus.
Surga mengisi pelitaku dengan minyak dan saya menempatkannya di jendela saya untuk langsung asing melalui kegelapan.
Saya melakukan semua hal karena saya tinggal di dalam mereka, dan jika takdir harus mengikat tangan saya dan mencegah saya dari melakukan begitu, maka kematian akan menjadi keinginan saya satu-satunya.
Sebab aku ini penyair, dan jika saya tidak bisa memberikan, saya akan menolak untuk menerima.
Kemanusiaan mengamuk seperti badai, tapi aku mendesah dalam keheningan karena aku tahu badai harus berlalu sementara mendesah pergi ke Tuhan.
Jenis manusia melekat pada hal-hal duniawi, tapi saya mencari yang pernah untuk merangkul obor cinta sehingga akan memurnikan saya oleh nya kebakaran dan kekejaman bakar dari hati saya.
Hal-hal substansial menghilangkan seorang pria tanpa penderitaan; cinta terbangun dia dengan menghidupkan rasa sakit.
Manusia dibagi menjadi marga yang berbeda dan suku, dan milik negara dan kota.
Tapi aku menemukan diriku asing untuk semua masyarakat dan milik tidak ada pemukiman.
Alam semesta adalah negara saya dan keluarga manusia adalah suku saya.
Pria yang lemah, dan itu adalah menyedihkan bahwa mereka membagi antara diri mereka sendiri. Dunia ini sempit dan tidak bijaksana untuk membelah menjadi kerajaan, kekaisaran, dan provinsi.
Jenis manusia bersatu sendiri satu untuk menghancurkan candi jiwa, dan mereka bergandengan tangan untuk membangun bangunan-bangunan untuk tubuh duniawi.

Saya berdiri sendiri mendengarkan suara harapan dalam diri saya yang mendalam mengatakan, "Sebagai cinta menghidupkan hati manusia dengan rasa sakit, sehingga ketidaktahuan mengajarkan dia jalan pengetahuan "Sakit. dan menyebabkan kebodohan sukacita yang besar dan pengetahuan, karena Mahatinggi telah menciptakan tidak sia-sia di bawah matahari.
Read More >>

Kematian Seorang Penyair adalah milik-Nya hidup


Sayap kegelapan malam merengkuh kota yang di atasnya Alam telah menyebar pakaian putih murni dari salju, dan laki-laki meninggalkan jalan-jalan untuk rumah-rumah mereka dalam pencarian kehangatan, sedangkan angin utara diselidiki di kontemplasi untuk meletakkan sampah kebun.
Ada di pinggiran berdiri sebuah pondok tua yang sarat dengan salju dan di ambang jatuh. Dalam reses gelap sang gubuk adalah tempat tidur yang buruk di mana seorang pemuda sekarat berbohong, menatap cahaya redup lampu minyak itu, dibuat berkedip oleh angin masuk. Dia seorang pria di musim semi kehidupan yang meramalkan sepenuhnya bahwa jam damai membebaskan diri dari cengkeraman kehidupan cepat mendekati.
Dia sedang menunggu kunjungan Maut syukur, dan setelah pucat wajah muncul fajar harapan; dan cinta nya senyum sedih, dan dalam pengampunan matanya. Dia adalah seorang penyair binasa karena kelaparan hidup di kota kaya. Ia ditempatkan di dunia duniawi untuk memeriahkan hati manusia dengan ucapan-Nya yang indah dan mendalam. Dia jiwa sebagai mulia, dikirim oleh Dewi Memahami untuk menenangkan dan membuat lembut roh manusia.Tapi sayangnya! Dia dengan senang hati mengucapkan perpisahan bumi dingin tanpa menerima senyum dari penghuni yang aneh.
Dia menghembuskan napas terakhir, dan tak satu orang pun menemani di sisinya,hanya lampu minyak, satu-satunya pendamping, dan beberapa perkamen di mana ia telah menuliskan nya jantung perasaan.
Saat ia diselamatkan sisa-sisa nya menghina kekuatan yang mengangkat tangannya ke langit, ia pindah matanya putus asa, seolah-olah ingin menembus langit-langit untuk melihat bintang-bintang dari balik jilbab awan.
Dan dia berkata, "Ayo, oh Kematian indah; jiwaku kerinduan untuk Anda. Datang dekat padaku dan melepas yang hidup setrika, karena aku lelah menyeret mereka. Ayo, oh Kematian manis, dan selamatkanlah aku dari tetangga saya yang memandang saya sebagai orang asing karena saya menginterpretasikan untuk mereka bahasa malaikat.
Cepat, oh damai Kematian, dan membawa aku dari orang banyak yang meninggalkan aku di sudut gelap terlupakan karena saya tidak berdarah yang lemah seperti yang mereka lakukan. Ayo,
oh Kematian lembut, dan membungkus saya di bawah sayap putih, untuk saya sesama tidak di inginkan dari saya. Memeluk saya, oh Kematian, penuh kasih dan kemurahan; biarkan bibir Anda menyentuh saya bibir yang tidak pernah mencicipi ciuman ibu, tidak menyentuh pipi adik, bukan belaian ujung jari seorang kekasih hati. Datang dan membawa saya, oleh Kematian tercinta. "
Kemudian, di samping tempat tidur penyair sekarat muncul suatu malaikat yang memiliki kecantikan adikodrati dan ilahi, memegang di tangannya karangan bunga lili. Dia memeluk dia dan menutup matanya sehingga ia bisa melihat lagi, kecuali dengan mata jiwanya. Dia terkesan dalam dan panjang dan lembut ditarik ciuman yang kiri dan senyum abadi pemenuhan pada bibir.
Kemudian gubuk menjadi kosong dan tidak ada jangan simpan perkamen dan kertas yang berserakan penyair telah dengan kesia-siaan pahit. Ratusan tahun kemudian, ketika orang-orang kota muncul dari penyakit tidur kebodohan dan melihat fajar pengetahuan, mereka mendirikan sebuah monumen di taman yang paling indah kota dan dirayakan sebuah pesta setiap tahun untuk menghormati penyair itu, yang tulisan membebaskan mereka. Oh, betapa kejam kebodohan manusia!! by:kahlil gibran
Read More >>

SAYAP RAHMANI MU(kahlil Gibran)

Tuesday

Wahai yang tidak aku kenali ku panjat gunung yang tinggi sangkaku Engkau berada di puncaknya namun tidak ku temui Engkau di sana. Lalu aku terjun dari puncak gunung jika Engkau ada pasti Engkau tidak membiarkan daku. Tangan Kudrat Iradat-Mu menyambar ku aku terbang dengan sayap Rahmani- Mu mengembara ke seluruh alam maya namun tidak ku temui Engkau di dalam alam. Hatiku mengatakan Engkau ada lalu aku keluar daripada alam dan aku terjun ke dalam hatiku. Di sana aku temui kebodohanku bodohnya aku menyangka akulah Aku sedangkan Dia jualah Aku dan aku tiada beserta Dia. Bila aku tiada beserta Dia tinggallah Dia sendirian rindulah Dia kepada diriku lalu Dia terjun ke dalam hatinya di sana Dia berjumpa Aku Aku menyambutnya dengan tersenyum. Aku dan Dia Dia dan Aku bukan dua dan bukan Satu satu masih berbentuk masih berjarak titik atas dengan bawah sedangkan Aku dan Dia tiada antara bukan juga titik yang halus titik yang halus masih menempati ruang sedangkan Aku dan Dia tiada rupa tiada bentuk tiada ruang tiada zaman. Aku adalah Dia Dia adalah Aku tiada beza antara Aku dan Dia bila aku cuba mengenali Dia aku tidak kenal lagi diriku aku tidak kenal lagi diri Dia bila dia cuba mengenali diriku dia tidak kenal lagi dirinya dia tidak kenal lagi diriku. Tiada lagi kenyataan tiada juga keghaiban. Pengenalan sebenar adalah tidak kenal pengetahuan sebenar adalah tidak tahu. Aku adalah rahsia Dia Dia adalah rahsia Aku usah diganggu rahsia ini.
Read More >>

RAHASIA

Monday

Engkau ajukan pertanyaan: mengapa fikiranmu bersimpang siur mengapa dukacita tidak terlepas daripadamu. Wahai Pelindung diriku apabila aku mendatangi Mu dengan diriku aku kecundang fikiranku tidak bisa menjurus jiwaku tidak bias tenang keraguan tidak terpisah dari diriku. Pengalaman ini membuatku mengerti mengenali Mu bukanlah dengan diriku pengenalan Mu adalah dengan Diri Mu. Cahaya Mu yang menyatukan segala fikiran cahaya Mu yang membakar segala kerisauan. Daku bukakan hatiku sambil memohon: wahai ar-Rahman! penuhilah hatiku dengan cahaya Mu tanpa cahaya Mu mana mungkin daku melihat Mu. 7: RAHSIA Bagaimana hendak ku serahkan zat rahsiaku kepada-Mu? ini adalah persoalan besar. Engkau ucapkan: katakanlah: Roh adalah urusan Tuhanku. Rahsia adalah rahsia mana boleh diterka hanya daku perlu meyakini ia adalah urusan Tuhanku mengapa aku cuba memikul urusan Tuhan serahkan hak Tuhan kepada Tuhan.. Wahai Tuhanku Engkau mengetahui zat rahsiaku daku sendiri tidak mengetahuinya tanpa pengetahuanku tentangnya daku serahkannya kepada Mu terimalah, terimalah, terimalah daku tidak heran bagaimana Engkau menerima zat rahsiaku kerana Engkau yang paling rahsia Pemilik segala rahsia.
Read More >>
Prev Home
*

traffic

Kembali ke ATAS