Hakikat seorang hamba

Saturday

Dalam khasanah menuju kesempurnaan IMAN terhadap zat yang maha suci sangatlah penting untuk memahami kedudukan kita sebagai hamba.Bahkan wajib bagi kita untuk memahami siapakah sebenarnya kita!!Agar tergolong sebagai hamba yang mengerti hak dan kewajibannya.Sehingga tidak meng klaim sifat sifat zatulloh yang ada pada diri kita.kalau kita tidak mengenal diri kita tentu apa yang kita perbuat dan apapun bentuk amalan kita secara Haqikat akan di tolak karena masih berpenyakit.penyakit hati yang masih didorong nafsu atas amal yang tlah kita lakukan.nafsu yang halus sekali yang mengatas namakan keakuhan kita terhadap amal kita.
rosullulloh SAW bersabda yang artinya:barang siapa yan mengetahui siapa dirinya,maka benar benar akan mengerti tuhannya.
Begitu juga dengan
Syeikh Ibnu 'Athaillah As-Sakandary berpesan: Allah mencegahmu untuk mengaku-aku
hal-hal yang tidak layak bagi para
makhluk.karena sesungguhnya manusia itu tak berdaya dan tak bisa apa apa. Apakah pantas kita mengakui sesuatu yang bukan hak kita.sedangkan semua segala yang ada pada k-ita itu adalah sifatNya. Dia adalah Rabbul 'Alamin

Syeikh Zarruq ra juga menegaskan: Tampilnya
Sifat Allah padamu, dan penghiasan Sifat
itu padamu bersamaNya adalah
kesempurnaan yang layak bagimu,
sehingga anda menjadi kaya bersama
Allah,
mulia bersama Allah, kuasa bersama
Allah, kuat bersama Allah swt, hingga
anda menjadi "Bismillah" dengan Nama
Allah dari dirimu berselaras dengan "Kun'
dari Allah, sehingga anda tidak
berkehendak sedikit pun melainkan
terjadi. Anda tidak butuh pada sesuatu
dan tidak terhina oleh sesuatu dan tidak
karena sesuatu. Anda tidak lemah karena
sesuatu dan tidak berdaya karena
sesuatu, bahkan anda mampu atas
segala sesuatu bersama Tuhanmu,
merasa cukup dengan Allah jauh dari
cukup terhadap segalanya, mulia
bersama Allah swt, dalam segalanya,
kuat bersama Allah di sisi segalanya,
sehingga anda pun tidak punya peluang
sedikit pun untuk mengaku-aku atau merasa memiliki semuanya itu.
Justru semuanya itu untuk menguatkan
diri anda agar kembali pada sifat asli
anda, dan bangkit bersamaNya. Sifat
anda itu adalah fakir, hina, tak berdaya
dan lemah. Karena yang tampak pada diri anda hanyalah telanjang simbolis, dan
yang simbolis itu secara hakiki tidak ada.
Maka sesudah niscaya, anda harus terus
menerus merasa hina dan butuh kepada
Allah swt dalam segala upaya dan
perilaku anda. Fahamilah semua itu.
Read More >>

memahami makna bismillah

Friday



Dengan menyebut nama alloh yang mutlak didalam segala perkara yang ada di alam dunia ini tanpa kecuali apapun yang tampak di alam dunia ini tidak bisa luput dari asmanya,
di dalam asma itulah tersimpan makna batin (alif/al) maka bila di perjelas akan akan menjadi (al-bismillah)maka nampak jelas lahir dan batinnya.
Jika kita ingin mencapai ROHMAN dan ROHIMNYA maka kita harus bisa menghilangkan/menafikan rasa asma/keakuhan yang terdapat pada dirikita dan mengisbatkan(menetapkan) asmanya /keakuhannya hanya alloh.
kita akan tau alif yang tersembunyi jika mau memikirkan bismilahnya atau bisa di katakan (akan tau batinnya jika kita memahami dhohirnya). Itula alasan mengapa yang ditulis hanya (bismilahnya saja) tanpa alif.
Atau juga pada (alif lamim) kenapa maknanya dirahasiakan. Pepatah jawa mengatakan orang akan tau isi kacang jika dia mau mengupasnya. Merujuk pada sabda nabi: yang artinya Berfikirlah kalian semua kepada ciptaannya alloh dan jangan memikirkan kepada dzatnya alloh.
Di dunia ini janganlah kita hanya menghiasi diri dengan gemerlap dunia saja.. Mencari ilmu hanya untuk kepentingan dohir saja.
Ilmu dunia boleh dipelajari karena itu bekal untuk hidup didunia ini. Dan ilmu ahirat wajib di pelajari karena itu adalah panduan untuk menghadap sang illahi.
jika kita ingin di golongkan orang orang yang beriman coba kita simak ayat di bawah ini


artinya:wahai orang orang yang beriman maksuklah kamu kedalam islam dengan sempurna,dan jangan kau ikuti ajakan setan sesungguhnya dialah musuhmu yang nyata.

Berchagialah mereka yang sudah sempurna keimannya dan sllalu mengedepankan batiniyahnya untuk urusan lahirnya.
di dalam jiwa mereka selalu tumbuh rohman dan rhohimnya.orang yang demikian itu bisa di katakan orang yang bersyariat-thoriqot-hakikat-makrifat. Segala perbuatannya menjadi ibadah.
Sebagaimana di sebutkan ayat di bawah ini:


yang artinya: Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk menyembahku.

untuk itulah semu aktifitas kita bisakah menjadi sesembahan terhadap gusti !!

Sesungguhnya ALBISMILAH itu jadi awalnya alqur an dan kitab semuanya.
juga menjadi ahir dari alqur an dan kitab semuanya. Dan juga menjadi awal dari jagad ini dan menjadi ahir dari jagad ini.karna alif lafad albismillah itu bermakna ahadiyah tegese:menunjukkan adanya tanda dzat kang sejati,nyata adanya tuhan,juga nyatanya adanya alloh belaka,ya itu kang duweni cahaya hidup,Tunggal dengan yang menghidupi,yaitu yang di artikan,banyu nur alif atau banyu suci sejati juga ratuneng banyu juga di artikan uripe alloh dan dikatakan urip tunggal karo pati, pati tunggal karo urip.

untuk itulah carilah mursyid yang mengerti ilmunya untuk membimbing kita menuju dzatulloh.agar kita tidak digolongkan kafir di hadapan alloh.
Mari kita sama sama menuju islam yang sempurna di hadapan alloh. .
Read More >>

ilmu kesempurnan|wirid hidayat jati

Monday

Wirid hidayat jati


1.Ananing Dzat


Sajatine ora ana apa-apa awit duk maksih awang-
uwung durung ana sawiji-wiji, kang ana dhingin Ingsun,
sajatine kang maha suci anglimputi ing sipat Ingsun,
anartaning asman Ingsun, amratandhani ing
apngalIngsun.
(Sesungguhnya tidak ada apa-apa
karena pada waktu masih dalam keadaan kosong,
belum ada sesuatupun, yang ada hanyalah Aku. Tidak
ada tuhan selain Aku. Aku adalah hakikat Zat yang
Maha Suci yang meliputi sifat-Ku, yang menyertai
Nama-Ku, dan yang menandai perbuatanKu.).




2 .Wahananing Dzat (Tempat Zat)


Sajatine Ingsun dat kang amurba amisesa kang
kawasa anitahake sawiji-wiji, dadi sanalika, sampurna
saka kodrat Ingsun, ing kono wus kanyatan
pratandhaning apngal Ingsun kang minangka
bebukaning iradat Ingsun, kang dhingin Ingsun
anitahake kayu aran sajaratulyakin tumuwuh ing
sajroning alam ngadam makdum ajali abadi. Nuli cahya
aran nur muhammad, nuli kaca aran mirhatulkayai,
nuli nyawa aran roh ilapi, nuli damar aran kandil, nuli
sesotya aran darah, nuli dhindhing jalal aran kijab. Iku
kang minangka warananing kalarat Ingsun.
(Sesungguhnya AKU adalah Dzat yang Maha Kuasa,
yang berkuasa menciptakan segala sesuatu, jadi
seketika, sempurna karena kodratKU, di situ telah
nyata tanda perbuatanKU yang sebagai pembuka
kehendakKU, yang pertama AKU menciptakan Kayu
bernama Sajaratul yakin tumbuh di dalam alam adam
makdum (hampa kosong) yang azali dan kekal abadi.
Kemudian Cahaya bernama Nur Muhammad,
berikutnya Kaca bernama Mir’atul haya’i, selanjutnya
Nyawa bernama Roh Idhofi, pelita bernama ‘Kandil’,
Permata (sesotya) bernama Dharrah, lalu dinding
pembatas bernama Hijab. yang menjadi sekat
penampakan-Ku.)



3 Kahananing Dzat (Keadaan Dzat)



Sajatine manungsa iku rahsanIngsun lan Ingsun iku
rahsaning manungsa, karana Ingsun anitahake adam
asal saka anasir patang prakara, bumi, geni, angin,
banyu. Iku kang dadi kawujudaning sipat Ingsun, ing
kono Ingsun panjingi mudah limang prakara, nur,
rahsa, roh, napsu, budi. Iya iku minangka warananing
wajah Ingsun kang maha suci.
(Sesungguhnya manusia itu rahsaKU dan AKU itu
rahsanya manusia, karena AKU menciptakan Adam
berasal dari empat perkara; bumi, api, angin, air. Itu
sebagai perwujudan sifatKU, di sana AKU tempatkan
lima perkara, nur, rahsa, roh, nafsu, budi. Itulah
sebagai perwujudan wajahKU yang Maha Suci.



4,Pambukaning tata malige ing dalem betalmakmur.


sajatine Ingsun anata malige ana sajroning
betalmakmur, iku omah enggoning parameyan Ingsun,
jumeneng ana sirahing Adam. Kang ana sajroning sirah
iku dimak, yaiku utek, kang ana antaraning utek iku
manik, sajroning manik iku budi, sajroning budi iku
napsu, sajroning napsu iku suksma, sajroning suksma
iku rahsa, sajroning rahsa iku Ingsun, ora ana
Pangeran anging Ingsun, dat kang nglimputi ing
kahanan jati.
(Sesungguhnya AKU bertahta dalam Baitul Makmur, itu
rumah tempat pestaKU, berdiri di dalam kepala Adam.
Yang pertama dalam kepala itu ‘dimak’ yaitu otak,
yang ada di antara otak itu ‘manik’ di dalam ‘manik’
itu budi, di dalam budi itu nafsu, di dalam nafsu itu
suksma, di dalam suksma itu rahsa, di dalam rahsa itu
AKU, Tidak ada Tuhan selain AKU, Dzat yang meliputi
keberadaan yang sesungguhnya.




5 Pambuka tata malige ing dalem
betalmukarram.



sajatine Ingsun anata malige sajroning
betalmukarram, iku omah enggoning lalarangan
Ingsun, jumeneng ana ing dhadha ning adam. Kang ana
sajroning dhadha iku ati, kang ana antaraning ati iku
jantung, sajroning jantung iku budi, sajroning budi iku
jinem , yaiku angen-angen, sajroning angen-angen iku
suksma, sajroning suksma iku rahsa, sajroning rahsa
iku Ingsun. Ora ana pangeran anging Ingsun dat kang
anglimputi ing kahanan jati.
(Pembuka tahta dalam baitul mukarram
Sesungguhnya AKU bertahta dalam Baitul Muharram,
itu rumah tempat laranganKU, berdiri di dalam dada
adam. Yang ada di dalam dada itu hati, yang ada di
antara hati itu jantung, dalam jantung itu budi, dalam
budi itu jinem, yaitu angan angan, dalam angan angan
itu suksma, dalam suksma itu rahsa, dalam rahsa itu
AKU. Tidak ada Tuhan kecuali hanya AKU dzat yang
meliputi keberadaan yang sesungguhnya.)




6 Pambuka tata malige ing dalem
betalmukadas.



sajatine Ingsun anata malige ana sajroning
betalmukadas, iku omah enggoning pasucen Ingsun,
jumeneng ana ing kontholing adam. Kang ana sajroning
konthol iku prinsilan, kang ana ing antaraning
pringsilan ikku nutpah, yaiku mani, sajroning mani iku
madi, sajroning madi iku wadi, sajroning wadi iku
manikem, sajroning manikem iku rahsa, sajroning
rahsa iku Ingsun. Ora ana pangeran anging Ingsun dat
kang anglimputi ing kaanan jati, jumeneng sajroning
nukat gaib, tumurun dadi johar awal, ing kono
wahananing alam akadiyat, wahdat, wakidiyat, alam
arwah, alam misal, alam ajsam, alam insan kamil,
dadining manungsa sampurna yaiku sajatining
sipatIngsun.

(Sesungguhnya AKU bertahta di dalam Baitul Muqadas,
itu rumah tempat kesucianKU, berdiri di penis/alat
kelamin (konthol) adam. Yang ada di dalam penis itu
buah pelir (pringsilan), di antara pelir itu nutfah yaitu
mani, di dalam mani itu madi, di dalam madi itu wadi,
di dalam wadi itu manikem, di dalam manikem itu
rahsa, di dalam rahsa itu AKU. Tidak ada Tuhan selain
AKU, Dzat yang meliputi keberadaan sesungguhnya,
berdiri di dalam nukat gaib, turun menjadi johar awal,
di situ keberadaan alam ahadiyat, wahdat, wahidiyat,
alam arwah, alam misal, alam ajsam, alam insan kamil,
jadinya manusia sempurna yaitu sejatinya sifatKU.




7 Panetep santosaning iman.


Ingsun anekseni satuhune ora ana Pangeran anging
Ingsun lan anekseni Ingsun satuhune muhammad iku
utusan Ingsun.

(AKU menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada
Tuhan kecuali AKU dan AKU menyaksikan
sesungguhnya muhammad itu adalah utusanKU.)



8 Sasahidan


Ingsun anekseni ing DatIngsun dhewe, satuhune ora
ana Pangeran anging Ingsun, lan anekseni Ingsun
satuhune muhammad iku utusanIngsun. Iya sejatine
kan aran Allah iku badanIngsun, rasul iku
rahsaNingsun, muhammad iku cahayaNingsun. Iya
Ingsun kang urip tan kena ing pati, iya Ingsun kang
eling tan kena ing lali, iya Ingsun kang langgeng ora
kena owah gingsir ing kaanan jati, iya Ingsun kang
waskitha, ora kasamaran ing sawiji-wiji. Iya Ingsun
kang amurba amisesa, kang kawasa wicaksana ora
kekurangan ing pakerthi, byar sampurna padhang
terawangan, ora karasa apa-apa, ora ana katon apa-
apa, amung Ingsun kang anglimputi ing alam kabeh
kalawan kodratIngsun

(AKU menyaksikan pada DzatKU sendiri, sesungguhnya
tidak ada Tuhan kecuali AKU, dan menyaksikan AKU
sesungguhnya muhammad itu utusanKU.
Sesungguhnya yang bernama Allah itu badanKU, rasul
itu rahsaKU, muhammad itu cahayaKU. AKUlah yang
hidup tidak bisa mati, AKUlah yang ingat tidak bisa
lupa, AKUlah yang kekal tidak bisa berubah dalam
keberadaan yang sesungguhnya, AKUlah waskita, tidak
ada tersamar pada sesuatu pun. AKUlah yang
berkuasa berkehendak, yang kuasa bijaksana tidak
kurang dalam tindakan, terang sempurna jelas
terlihat, tidak terasa apa pun, tidak kelihatan apa pun,
kecuali hanya AKU yang meliputi alam semua dengan
kuasa (kodrat)KU.)

Read More >>

Jagalah Imanmu Dari Kekafiran.

Bismillah ..apapun yang kita lakukan semua wujud darinya..dia yang menuntun dengan sifat ilmunya wujud dari kata adalah hasil dari sifat irodatnya sehingga tampil dengan sifat basirnya,pandai pandailah kita dalam mempraktekkan ke-tauhid an kita janganlah kita terburu buru dalam melangkah menuju haqyang maksudnya;kembalikan dulu semua kepadanya , dzatulloh,sifatulloh,Asmaulloh,Afalulloh. itulalah kebenaran yang Haq..ingatlah musuh kita selalu mencari titik kelemahan kita. Sekejap kita lengah, musuh pasti tau dan langsung menyerang kita. Jangan se-sekali mengatakan aku telah mengenal yang maha tunggal padahal kita masih banyak melihat individu-individu lain selain dia.sekali lagi waspadalah terhadap KEMUSRIKAN yang halus karna itulah penghalang utama kita menuju "HAQQUL IMAN."marilah kita selalu saling mengingatkan untuk menuju jalan kebenaran. Di bawah ini ada beberapa kata dari tokoh sufisme yaitu ;ALHALAJJ..semoga bisa menjadi petunjuk bagi kita.. ahir kata..dari saya..
Tiada kata yang terucap selain dia.,
Tiada kata yang mempunyai mana,selain dia.
Tiada kesalahan yang terwujud selain dia, Tiada kebenaran yang tampil selain dia,
Tiada kesempurnaan selain dia,
Tiada ada apapun jua selain dia.
LAMAUJUDAN ILLALLOH

JiwaMu disatukan dengan jiwaku, sebagaimana anggur disatukan dengan air murni. Jika sesuatu menyentuh Engkau, ia menyentuhku pula, dan ketika itu dalam tiap hal Engkau adalah aku. Aku adalah rahasia Yang Maha Benar, dan bukanlah Yang Maha Benar itu aku Aku hanya satu dari yang benar, maka bedakanlah antara kami.

-Sama sekali tidak diperbolehkan orang yang mengenal Allah Yang Maha Tunggal
atau mengingat Yang Maha Tunggal, lalu ia mengatakan, “Aku mengenal Al-Ahad” padahal ia masih melihat individu-individu lain.

-Siapa
yang dimabukkan oleh cahaya-cahaya Tauhid, ia akan tertutupi dari ungkapan- ungkapan Tajrid (menyendiri bersama Allah). Bahkan, siapa yang dimabukkan oleh cahaya-cayaha Tajrid, ia akan bicara dengan hakikat Tauhid, kerana kemabukan itulah yang bicara dengan segala hal yang tersembunyi.

-Allohmenghijab mereka dengan Nama, lantas mereka pun menjadi hidup. Seandainya Dia menampakkan Sifat Qudratnya pada mereka,niscaya mereka akan hangus. Seandainya hijab hakikat itu disingkapkan niscaya mereka mati semua.

-Tuhanku Engkau tahu kelemahanku jauh dari rasa bersyukur kepadaMu, kerana itu bersyukurlah pada DiriMu bukan dariku, kerana itulah sesungguhnya Syukur, bukan yang lain.

-Barang siapa yang mengandalkan amalnya, ia akan tertutupi dari yang menerima amal. Siapa yang mengandalkan Allah yang menerima amal, maka ia akan tertutupi dari amal.

-Asma asma alloh Taala dari segi pemahaman adalah Nama sahaja, tapi dari segi kebenaran adalah Hakikat.” -Bisikan Alloh adalah bisikan yang sama sekali tidak berlawanan.



-Ketika Al-Hallaj ditanya tentang al-Murid, “Ia adalah orang yang dilemparkan menuju kepada Allah, dan tidak akan berhenti naik sampai ketika ia sampai.

-Siapa yang menempuh kebenaran dengan cahaya Iman, maka ia seperti pencari matahari dengan cahaya bintang gemintang.

-Ketika Allah mewujudkan jasad tanpa sebab, demikian pula Allah mewujudkan sifat jasad itu tanpa sebab, sebagaimana hamba tidak memiliki asal usul pekerjaannya, maka, hamba itu pun tidak memiliki pekerjaannya.

-Sesungguh Alloh Taala Maha Pemberi Berkah dan Maha Luhur, serta Maha Terpuji, adalah Zat Yang Esa, Berdiri dengan DiriNya Sendiri, Sendiri dari yang lain dengan Sifat QidamNya, tersendiri dari yang lainNya dengan KetuhananNya, tidak dicampuri oleh apa pun dan tidak didampingi apa pun, tidak diliputi tempat, tidak pula ditemukan waktu, tidak mampu difikirkan dan tidak mampu tercetus dalam imaginasi, tidak pula mampu dilihat pandangan, tidak mampu diarusi kesenjangan.

-Akulah alhaq dan Al- Haq (Allah) Benar, Mengenakan ZatNya, di sana tak ada lagi perbezaan.

-Ketika ditanya tentang Tauhid, ia menjawab: “Memisahkan yang baru dengan Yang Maha Dahulu, lalu berpaling dari yang baru dan menghadap kepada Yang Maha Dahulu, dan itulah hamparan Tauhid.” Wallahua'lam.

by:alhalajj.
dikutip dari:berbagai sumber.
Read More >>

POSISI ANDADIHADAPAN ALLOH

Saturday



Dan juga pada diri kamu sendiri. Maka mengapa kamu tidak mahu melihat serta memikirkan (dalil-dalil dan bukti itu)
( Ayat 21 : Surah adz-Dzaariyaat )

Jika Anda mulai berorientasi serba duniawi,memburu duniawi, itu tandanya Allah sedang menghina Anda.
Jika Anda sedang berorientasi dalam ubudiah, itu tandanya Allah sedang menolong Anda.

Jika Anda sedang sibuk dengan urusan sesama manusia, sampai lupa dengan Allah, itu tandanya Allah sedang berpaling dari diri Anda.

Jika Anda dijauhkan dari rintangan- rintangan menuju kepada Allah, sesungguhnya Allah sedang mendidik budi pekerti kehambaan Anda.

Jika Anda bergairah dalam munajat kepada-Nya, itu tandanya Allah sedang Mendekati Anda.

Jika Anda ridla atas ketentuannya, dan Ridla bersama-Nya, itu tandanya Allah Ridla kepada diri Anda.

(Syekh Zaruq dalam Syarah Al- Hikam)
Read More >>
Prev Home
*

traffic

Kembali ke ATAS