Disini bukan tempatmu

Sunday

Puisi jalaludin rumi

Jiwamu kan terbang
melesat tinggalkan penjara sempit
menembus langit demi langit
kau masuki suatu kehidupan baru
tinggalkan hidup yang ini
takkan pernah lagi kau merasa bosan.

Jika sebelumnya kau kenakan raga
yang bagaikan seragam seorang hamba sahaya,
kini kau tampil sangat bergaya.

Bagimu kematian adalah kehidupan
yang jika dibandingkan dengannya
kehidupan ini bagaikan kematian.
mereka yang terhijab takkan paham.

Semua jiwa yang tinggalkan raga,
tetaplah hidup,
namun tersembunyi,
jiwa yang tersucikan itu indah,
bagaikan malaikat.

Ketika raga menua dan ambruk,
janganlah engkau meratap.
Sadarilah, selama ini engkau terpenjara
ketika kau temukan jalan untuk lolos,
dari sel di dasar sumur,
engkau tegak, gagah dan ningrat,
bagaikan seorang Jusuf.

Sumber:Divan-i Syamsi Tabriz

Read More >>

semua karena kehenda-MU by rumi

Tuesday

 Kumpulan puisi jalaludin rumi

"Judul puisi atas kehendak nya"
By:rumi



puisi cinta jalaludin rumi

Telah panjang-lebar kita berbicara,
tetapi sungguh penyiapan diri kita
untuk menempuh jalan yang membentang di depan
tidaklah cukup tiada sedikit pun mencukupi
tanpa kehendak Allah.Tanpa kehendak Allah
dan mereka yang dipilih-Nya,
siapa pun diri kita,
lembaran kita tetaplah hitam.

Yaa Allah,
kelimpahan-Mu memenuhi setiap kebutuhan,
tidaklah diizinkan untuk menyebutkan
sesuatu pun di sisi-Mu.
Alangkah berlimpahnya
petunjuk yang telah Kau anugerahkan
selama ini telah Engkau tutupi
begitu banyak aib dan cacat-cela kami.

Karena setitik pengetahuan
yang telah Engkau berikan sebelum kami disini
sampai kini rindu kami bersatu dengan lautan-Mu.
Setitik pengetahuan yang berada di dalam jiwa kami ini
bebaskan dia dari syahwat dan kungkungan tanah-liat ini.
Sebelum tanah-liat ini menghirupnya-habis,
sebelum angin ini menyapunya.

Sungguhpun, ketika dia tertiup jauh,
Engkau dapat meraihnya kembali, dan memulihkannya.
Setitik air yang telah menguap di udara
atau tertumpah ke tanah kapankah dia keluar
dari perbendaharaan-Mu,
wahai yang Maha-Menguasai.

Jika dia telah beranjak memasuki ketiadaan
atau seratus ketiadaan segera dia bergegas kembali
jika Engkau memanggilnya.
Ratusan ribu pihak telah saling membunuh satu sama lain
Seruanmu membangkitkan kembali mereka dari ketiadaan.

Yaa Rabb,
karavan demi karavan melesat terus-menerus
dari ketiadaan menuju keberadaan.
Setiap malam,
semua pemikiran dan pemahaman menjadi kosong,
mencebur ke Laut yang dalam

Lalu, ketika fajar merekah,
mereka yang Ilahiah itu menyembulkan kepala dari Laut,
bagaikan ikan.
Ketika musim gugur tiba,
tak-terhitung cabang-ranting dan dedaunan membusuk
ke dalam lautan Kematian.

Sementara di taman,
burung gagak bergaun hitam-pekat,
bagaikan pelayat yang meratapi gugurnya tanam-tanaman.
Lalu, dari Sang Penguasa datang perintah kepada ketiadaan
“Kembalikan apa yang telah engkau telan
Wahai Kematian yang hitam,
kembalikanlah tanaman, bunga-bunga, dedaunan
dan rerumputan yang telah engkau telan!”

Wahai saudaraku,
kumpulkanlah kecerdasanmu dan pertimbangkanlah
dari saat ke saat, terus-menerus beredar musim gugur
dan musim semi di dalam dirimu.
Pandanglah taman qalb
hijau dan berembun dan segar,
penuh kuntum mawar, cemara dan melati

Ranting-dahan tersembunyi lebatnya dedaunan,
padang yang luas dan istana yang tinggi,
tersembunyi oleh lebatnya bunga-bunga.
Kata-kata ini bersumber dari Akal Sejati,
bagaikan wanginya bunga-bunga, cemara dan bakung itu.

Apakah engkau bisa mencium wanginya mawar,
sementara kuntumnya tiada
Apakah bisa engkau memandang busanya anggur,
sementara anggurnya tiada

Wewangian itu adalah panduan
yang membimbingmu berjalan
itu akan membawamu ke Jannah dan Kautsar.
Wewangian adalah obat untuk mata yang buta
dia adalah pemantik cahaya
mata Jakub terbuka oleh suatu wewangian.

Bau-busuk menggelapkan mata
wanginya Jusuf menyembuhkannya.
Engkau bukanlah seorang Jusuf
karenanya, jadilah seperti Jakub
bersikaplah bagaikan beliau,
akrabilah linangan air-mata dan kesedihan mendalam.

Dengarlah nasehat dari Hakim Sana’i ini,
agar terasa kesegaran di raga rentamu:
“Kehinaan memerlukan sebuah wajah bagaikan mawar;
jika tidak engkau miliki wajah seperti itu,
janganlah engkau beredar kesana-kemari sambil marah.

Akhlak rendah adalah kehinaan dalam wajah yang buruk,
kepiluan adalah sakit-mata di mata yang buta.”
Pada kehadiran Jusuf jangan biarkan dirimu menyombong
dan berlagak seakan dirimu cantik
tiada lain yang perlu engkau tawarkan kecuali permohonan
dan rintihan seorang Jakub.

Makna dari kematian,
sebagaimana disampaikan oleh sang burung beo,
adalah memohon dengan merendahkan diri
matikanlah dirimu-sendiri dalam permohonan ampun
dan kefakiran jiwamu,
Sehingga hembusan Isa dapat menghidupkanmu-kembali,
dan membuatmu cantik dan dirahmati,
sebagaimana sejatinya dirimu.

Bagaimanakah sebongkah batu
dapat tertutupi oleh limpahan kehijauan musim Semi
Jadilah tanah, sehingga dapat engkau mekarkan
beragam bunga aneka warna.
Telah bertahun-tahun engkau bagaikan batu yang tajam
cobalah sesuatu yang segar
serahkanlah dirimu, jadilah seperti tanah.

 Demikian puisi jalaludin rumi semoga  bisa di ambil hikmahnya

Sumber :Rumi
Read More >>

Puisi Rumi -Terjerat dalam kerumitan

Monday

Judul Puisi -Terjerat dalam kerumitan
Karya - Maulana Rumi



puisi karya rumi

Kita kecanduan diskusi rumit,
dan gemar mengatasi masalah.

Bolak-balik kita membuat simpul
lalu mengurainya kembali.

Terus menerus kita membuat aturan
tentang cara menampilkan kesulitan,
dan untuk menjawab aneka pertanyaan
yang diajukan.

Kita seperti burung
yang melonggarkan jerat
lalu mengencangkannya kembali
dalam rangka meningkatkan ketrampilan.

Sehingga hilang kesempatan terbang
jelajahi medan terbuka;
sehingga hilang kesempatan kunjungi
padang rumput,
habis umur sibuk dengan simpul.

Tetap saja buhul-jerat tak terkuasai,
walau sayap burung berkali-kali patah.

Simpul-jerat tak untuk dilawan,
jaga agar sayapmu tak patah.

Jangan rusak bulu pelindungmu
hanya sekedar untuk tunjukkan pada dunia,
betapa hebatnya usahamu.


karya:jalaludin rumi
Diambil dari:Rumi: Matsnavi  II: 3733 - 3738

kumpulan puisi karya rumi lainya disini
Read More >>

Syair Jalaludin Rumi Seorang Pencari

 Judul Puisi : Seorang Pencari

puisi seorang pencari

Cepat atau lambat
jika sejatinya engkau seorang pencari
pada akhirnya akan kau temukan.

Hendaknya selalu engkau mencari
dengan segenap dirimu.
Karena terus mencari
adalah panduan terbaik dalam Jalan.

Walau sampai pincang engkau
dan terseok-seok
walau sosokmu sampai bungkuk dan lusuh
teruslah merayap menuju Yang Tunggal.

Terkadang dengan ucapmu,
atau dengan heningmu,
hendaknya engkau waspada
selalu upayakan mengendus
wewangian Sang Raja
di pelosok ciptaan-Nya.


Sumber:Rumi-Matsnavi  III
Read More >>

Nafsumu Adalah Induk Segala Berhala

Tuesday

Puisi sufisme Jalaludin rumi
Judul :Nafsu Adalah Induk Segala Berhala
Dari  :Rumi masnawi 1

rumi-masnawi

Hawa-nafsumu adalah induk segala berhala
berhala jasmaniah itu bagaikan ular
sedangkan berhala batiniah itu bagaikan naga.
Hawa nafsu itu bagaikan besi dan batu untuk menghasilkan api
berhala jasmaniah itu nyala-api.
yang akan padam jika disiram air.

Tetapi tidaklah mungkin menundukkan besi dan batu dengan air.
Bagaimana insan yang sadar akan keberadaan hawa-nafsunya pernah merasa aman,
Jika berhala jasmaniah itu bagaikan air-hitam di dalam kendi
hawa-nafsu itu adalah pancuran yang mengeluarkan air-hitam.
Jika berhala jasmaniah itu seperti aliran air hitam

hawa-nafsu penghasil berhala itu bagaikan mata air yang penuh.
Hanya diperlukan sebutir batu untuk memecahkan kendi,
tapi bagaimana dengan pancuran yang terus memancarkan air-hitam itu.
Sangat mudah menghancurkan berhala jasmaniah
namun menganggap gampang menaklukkan hawa-nafsu
itu prasangka yang bodoh, bodoh sekali.

Wahai anakku, jika engkau ingin tahu bentuk-bentuk dari hawa-nafsu
pelajarilah tentang Neraka, dengan ke tujuh pintunya.
Setiap saat, hawa-nafu mengeluarkan tipu-muslihat
dalam setiap tipu-muslihat itu tenggelam seratus Fir'aun bersama bala-tentaranya.

Melesatlah kepada Musa dan Rabb-nya Musa,
jangan sampai kesombonganmu meluap, dan menumpahkan air keimanan.
Wahai pencari, genggamlah tuntunan Allah dan teladan Mustafa,
merdekakan dirimu dari Abu Jahal: jasmanimu sendiri.

Sumber: Rumi, Matsnavi I,
penerjemah bhs Inggris by Nicholson
Read More >>

Air Kehidupan by rumi

Wednesday

Air Kehidupan
by:jalaludin rumi

jalaludin-rumi

Semua hal,terkecuali 
cinta kepada yang Maha Indah
walaupun tampak manis bagai gula
sebenarnya membuat jiwa menderita.

Apakah itu penderitaan jiwa?
Menyongsong kematian seraya tidak menggenggam
Air Kehidupan.

Umumnya manusia, menancapkan pandangan ke dua mata
mereka kepada bumi dan kematian 
seraya mereka menyimpan seratus keraguan tentang 
Air Kehidupan.

Read More >>

rumi Hanya engkaulah

Thursday

 Judul:Hanya engkaulah
  by: jalaludin rumi


Dari seluruh semesta,hanya Engkau saja yang kupilih,
Apakah Engkau akan membiarkanku duduk bersedih.
Hatiku bagaikan pena,dalam genggaman tanganmu.
Engkaulah sebab gembiraku,atau sedihku.
Kecuali yang Engkau kehendaki,apakah yang kumiliki.
Kecuali yang Engkau perlihatkan,apakah yang kulihat.
Engkaulah yang menumbuhkanku,ketika aku sebatang duri,
ketika aku sekuntum mawar,ketika aku seharum mawar,
ketika duri-duriku dicabut.

Jika Engkau tetapkan aku demikian,maka demikianlah aku.
Jika Engkau kehendaki aku seperti ini,maka seperti inilah aku.
Di dalam wahana,tempat Engkau mewarnai jiwaku,siapakah aku.
Apakah yang kusukai apakah yang kubenci Engkaulah yang Awal,
dan kiranya, Engkau akan menjadi yang Akhir.
jadikanlah akhirku lebih baik,daripada awalku.

Ketika Engkau tersembunyi,aku seorang yang kufur.
Ketika Engkau tampak,aku seorang yang beriman.
Tak ada sesuatupun yang kumiliki,kecuali yang Engkau anugerahkan.
Apakah yang dapat kusembunyikan dari-Mu,di dalam hati atau perbuatanku.


Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz
Read More >>

Rumi-Pantulan Cahaya yang Mempesonamu

Judul:Pantulan Cahaya yang Mempesonamu
Oleh:jalaudin rumi

 

Sang hamba kecintaan makhluk,
yang dulu disanjung-puji dunia,
kini malah ditalaknya,
gerangan apa salahnya"


Itu karena dia memakai baju pinjaman,
dan lalu bersikap seolah memilikinya.


Kami mengambilnya kembali,
agar dia menjadi yakin,
bahwa semua khazanah itu milik Kami, 
dan mereka yang cantik-molek itu 
hanyalah para peminjam.
sehingga dia paham bahwa jubah-wujud itu


Read More >>

Mari Kita Berangkat

Mari Kita Berangkat  
by:rumi

 

Wahai para pecinta, bangkitlah
Saatnya kita terbang ke langit,
cukup sudah kita tinggal di alam ini,
saatnya bertolak ke sana.

Sungguhpun indah sangat
ke dua taman ini,
kita lewati saja,
bergerak menuju ke Sang Tukang Kebun.

Mari teguhkan ruku kita ke arah Laut,

layaknya arus deras,
mari kita tunggang gelombang,
melaju di permukaan sang Laut.

Mari kita berangkat,

dari pemukiman penuh kesedihan ini,
menuju pesta pernikahan;
mari ubah wajah kita,
dari pucat-pasi,
menjadi segar merona.

Hati kita keras berdegup,
gemetar bagai daun dan ranting kecil
yang takut jatuh tercampak;
mari mencari suaka
di Wilayah Terlindung.

Tak mungkin mengelak dari kesakitan,
selama kita dalam pengungsian,
tak mungkin mengelak dari debu,
selama kita tinggal di padang pasir.

Bagai burung surgawi bersayap hijau,
dan berparuh tajam,
mari kita jadi pengumpul gula,
bercengkerama di kebun tebu.

Terkurung kita oleh bentuk-bentuk,
ciptaan Sang Pencipta tak-berbentuk,
Sudah puas kita dengan semua bentuk ini,
mari menuju Dia yang tanpa padanan.

Bentuk-bentuk ini adalah tanda-tanda

dari Sang Pembentuk tanpa-tanda;
tersembunyi dari pandangan iblis,
mari, kita menuju kepada yang tak-bertanda.

Di jalan penuh ujian ini,

Cinta adalah sang pemandu,
menuntun gerak maju kita.

Bahkan jika ada seorang raja 

menawarkan perlindungan,
lebih selamat kita menempuh jalan
dalam jama'ah.

Kita bagaikan air yang menetes
dari atap yang bocor,
mari kita memancar dari atap bocor itu
dan mengalir melalui saluran-air.

Kita melengkung bagai busur-panah,

karena tali-busur itu
berada di tenggorokan kita sendiri,
ketika kita telah menjadi lurus,
maka kita akan melesat,
bagai anak-panah terlepas dari busurnya.

Meringkuk kita bagai tikus dalam lubang,

gemetar takut pada kucing;
jika kita anak-singa,
tentu kita menghampiri induk-singa.

Mari berjuang

agar jiwa kita sejernih cermin
yang merindukan bayangan sesosok Yusuf;
mari menghampir kepada keindahan Yusuf
seraya membawa sebuah hadiah.

Sekarang, mari kita diam,

agar Sang Pemberi Perkataan
yang mengatakan semua ini;
bersama sabda-Nya,
mari kita berangkat. 


Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz
Read More >>

kematian sang pecinta

Sunday

kematian sang pecinta





Para pecinta,
yang dengan ikhlas
mati dari diri mereka sendiri
mereka bagaikan gula
di hadapan Sang Kekasih.

Pada Hari Perjanjian
mereka minum Air Kehidupan
sehingga matinya jiwa mereka
tak seperti kematian orang lain.


Karena mereka telah dibangkitkan dalam Cinta,
kematian mereka tak seperti
orang kebanyakan.

Dengan kelembutan-Nya
mereka telah melampaui tingkat para malaikat
sama sekali tak bisa kematian mereka
dibandingkan dengan orang kebanyakan.

Apakah kau sangka Singa mati bagai anjing,
jauh dari hadirat-Nya?

Ketika para pecinta mati di tengah Jalan,
Sang Raja Ruhaniah berlari menyambut.

Ketika mereka mati di kaki Sang Rembulan
mereka menyala bagaikan Matahari.

Jiwa para pecinta sejati itu bersatu
mereka mati dalam saling mencintai.

Derai embun Cinta membasuh jantung mereka,
mereka sampai pada kematian
dengan hati berdarah-darah.

Setiap mereka,
mutiara yatim tiada tara,
tidaklah mereka mati di sisi ayah-ibunya.

Para pecinta terbang menembus lelangit,
para pembangkang terpanggang dalam Api.

Para pecinta terpana menatap yang tak-terlihat,
selain mereka, semua mati dalam buta-tuli.

Sepanjang hidupnya, para pecinta ketakutan,
karenanya mereka berjaga menghidupkan malam
kini mereka mati tanpa takut atau bahaya.

Mereka yang disini memuja dunia,
hidup bagaikan ternak,
dan akan mati seperti keledai.

Mereka yang hari ini mendamba wajah-Nya,
akan mati berbahagia,
gembira dengan apa yang mereka lihat.

Sang Raja menempatkan mereka
di sisi Rahmat-Nya
mereka tak mati dengan hina.

Mereka yang meneladan kebajikan Muhammad,
akan mati bagai Abu Bakar atau Umar.

Jiwa-jiwa mereka sama sekali tak tersentuh
kematian ataupun kehancuran.

Bahkan kudendangkan ode ini
kepada mereka yang menyangka
jiwa-jiwa mereka telah mati.

by:jalaludin rumi
Read More >>

Jalaluddin Rumi"Doa Cinta Pengantin"

puisi jalaludin rumi



Doa Cinta Pengantin
by:Jalaluddin Rumi
Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.

Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.

Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu. Amin..
Kata kata lembut yang kita bisikkan pada pasangan kita
Tersimpan disuatu tempat rahasia di Surga
Pada suatu hari, mereka aka berjatuhan bagaikan hujan, lalu tersebar
Dan misteri cinta kita akan tumbuh bersemi
Disegala penjuru bumi
Read More >>

puisi jalaudin rumi"cahaya dan bayangan"

syair jalaludin rumi

puisi-syair-jalaludin-rumi

Cahaya dan bayangan

Tak mungkin suatu semesta terpisah dari semesta-semesta lainnya.
Tidak mungkin basah terpisah dari air, suatu langkah dari gerakan lainnya. Takkan padam nyala api dengan api lainnya.

wahai anakku, hatiku berdarah karena Cinta , jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain.Hanya matahari yang mampu enyahkan bayangan.
Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan"carilah kuasa ini dari Sang Matahari.

Kalaupun ribuan tahun kau coba hindari, pada akhirnya, kan kau dapati bayangan senantiasa bersamamu. Yang melayanimu adalah dosa- dosamu, yang menolongmu adalah sakitmu, nyala lilinmu adalah kegelapanmu, pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu.

Hal ini kan kujelaskan, hanya jika telah kuat hatimu sebab jika remuk kristal-gelas hatimu, takkan pernah ia pulih. Mestilah engkau miliki, dan sandingkan keduanya,cahaya dan kegelapan. dengarkanlah anakku, bersujudlah dalam-dalam di hadapan Pohon TaQwa.

Ketika dari Pohon Rahmat-Nya, Dia tumbuhkan untukmu sayap dan bulu, jadilah sesenyap merpati, jangan mendekur. Ketika seekor katak masuk kedalam air, sang ular tak dapat mendengarnya tapi saat ia menguak, ular jadi tahu dimana ia berada.

Walaupun sang katak berusaha menipu, dengan mendesis menirukan ular, suara aslinya yang parau tetap terdengar. Sang katak hanya dapat selamat jika menutup mulut, dan diam di sudut bahkan sebutir gandum pun, jika ia bisa diam di sudut, berubah jadi harta-karun. Ketika sebutir gandum berubah menjadi harta-karun, takkan ia lenyap ditelan bumi jiwa, yang bagai sebutir gandum, berubah menjadi harta-karun, ketika ia mencapai khazanah Hu.

Apakah kuakhiri kata-kata ini disini, atau kuperas lagi, Engkau lah, Sang Pemilik Sabda, yang tentukan; Wahai Rajaku, siapalah hamba ini.

By"Jalaludin rumi
Read More >>

PUISI SUFISME KARYA "JALALUDIN RUMI"

Saturday




APABILA TUHAN MEMBUKAKAN BAGIMU JALAN UNTUK MAKRIFAT, MAKA JANGAN HIRAUKAN TENTANG AMALMU YANG MASIH SEDIKIT KERANA ALLAH S.W.T TIDAK MEMBUKA JALAN TADI MELAINKAN DIA BERKEHENDAK MEMPERKENALKAN DIRI-NYA KEPADA KAMU.

ALQUR'AN TERSURAT DAN TERSIRAT
Janganlah hanya faham sebatas arti kata-kata yang tertulis dalam Al-Quran kerna dibalik yang tertulis terdapat arti yang tersembunyi di balik arti lapis kedua ada lagi arti baru, yang menyilaukan fikiran dan pandangan.
Arti keempat, kecuali rasul, tak ada yang pernah memahami kebesaran Tuhan, yang tiada tanding dalam Keghaiban, hitunglah arti tersembunyi itu sampai tujuh. kisah bermakna yang mengagumkan dari langit.
Wahai kawan, janganlah hanya memandang jilid Al-Quran. Bagi setan, manusia hanyalah sepotong daging. Bagaikan manusialah Al-Quran itu.Bentuk lahir diluar dengan ruh tersembunyi didalamnya.

~JALALUDIN RUMI~

SATRIOEDAN  berkata:tentang maha karya "jalaludin rumi" dari syair diatas dari kata-kata ~Janganlah hanya faham sebatas arti kata-kata yang tertulis dalam Al-Quran ~dalam tingkatan islam ada 4 .syariat,tariqat,hakikat,makrifat. Dan ke4 itu di golongkan menjadi 2 bagian yaitu:
    • syariat dan thoriqot }lahir
    • hakikat dan makrifat}batin.

    • kalau kita memahami makna ALQUR'AN dari segi makna lahirnya saja tanpa ada rasa keinginan untuk mencari arti di balik arti yang tertulis. maka kita adalah termasuk kategori orang yang dimaksud dalam puisinya jalaludin rumi diatas,yaitu mengerti sebatas makna lahir saja.tak kan pernah tau dari sisi makna tersembunyinya. Sedangkan alqur'an disetiap ayat ayat sucinya menyimpan makna yang tersembunyi di balik makna yang tertulis.jika ingin tau makna yang tersembunyi berfikir dan fahamilah dari makna lahirnya.maka pasti akan terbuka makna yang tersembunyi.
      pemahaman,pengamalan,penerapan perintah tuhan secara bathin dengan "MENAFIKAN" sifat kita sebagai manusia,dan "MENGISBATKAN"semua adalah AF'ALULLOH. bahwa apa yang wujud didunia itu adalah tampilannya "LAMAUJUDAN ILLALLOH"
      itulah hakikatnya yang di maksud dengan makna yang tersembunyi, Misalnya jika kita ingin tau isi di balik kotak yang terkunci jalan satu2nya adalah mencari kuncinya,membuka kotaknya maka kita pasti akan tau apa yang ada di dalam kotak itu.
      Itulah salah satu contoh yang simpel. Dari petikan puisi di atas
      Komen Ala:satrio edan.

      TIPU DAYA DUNIA
      Dunia memiliki awan dan hujan yang tersembunyi, tetapi dalam jenis yang berbeda. Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda. Ini nampak nyata, hanya untuk orang yang berbudi halus – mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.

      ALASAN DUNIA DI CIPTAKAN
      Alasan dunia ini diciptakan adalah untuk mengungkapkan apa yang harus diketahui. Dia menciptakan apa yang diketahuiNya tanpa kelahiran dan rasa sakit, engkau tidak dapat bermalas-malasan barang sekejap, sampai engkau bisa memukan hakikat dari dirimu. Perjuangan dan kerja yang kau lakukan dengan tekun adalah jalan menuju pengungkapan hakikat diri. Tubuhmu adalah poros yang terus berputar, Karena otakmu terus menarik benang. Kedua dunia berada dalam peristiwa kelahiran dan rasa sakitnya sang ibu di sebabkan kelahiran. Sebabnya adalah ibu, akibatnya adalah anak. Turun temurun manuisa mengulanginya, Hanya mata yang dicerahkan melihat rantai peristiwa ini.

      ~ Jalaluddin Rumi~
Read More >>
Prev Home
*

traffic

Kembali ke ATAS