semua karena kehenda-MU by rumi

Tuesday

 Kumpulan puisi jalaludin rumi

"Judul puisi atas kehendak nya"
By:rumi



puisi cinta jalaludin rumi

Telah panjang-lebar kita berbicara,
tetapi sungguh penyiapan diri kita
untuk menempuh jalan yang membentang di depan
tidaklah cukup tiada sedikit pun mencukupi
tanpa kehendak Allah.Tanpa kehendak Allah
dan mereka yang dipilih-Nya,
siapa pun diri kita,
lembaran kita tetaplah hitam.

Yaa Allah,
kelimpahan-Mu memenuhi setiap kebutuhan,
tidaklah diizinkan untuk menyebutkan
sesuatu pun di sisi-Mu.
Alangkah berlimpahnya
petunjuk yang telah Kau anugerahkan
selama ini telah Engkau tutupi
begitu banyak aib dan cacat-cela kami.

Karena setitik pengetahuan
yang telah Engkau berikan sebelum kami disini
sampai kini rindu kami bersatu dengan lautan-Mu.
Setitik pengetahuan yang berada di dalam jiwa kami ini
bebaskan dia dari syahwat dan kungkungan tanah-liat ini.
Sebelum tanah-liat ini menghirupnya-habis,
sebelum angin ini menyapunya.

Sungguhpun, ketika dia tertiup jauh,
Engkau dapat meraihnya kembali, dan memulihkannya.
Setitik air yang telah menguap di udara
atau tertumpah ke tanah kapankah dia keluar
dari perbendaharaan-Mu,
wahai yang Maha-Menguasai.

Jika dia telah beranjak memasuki ketiadaan
atau seratus ketiadaan segera dia bergegas kembali
jika Engkau memanggilnya.
Ratusan ribu pihak telah saling membunuh satu sama lain
Seruanmu membangkitkan kembali mereka dari ketiadaan.

Yaa Rabb,
karavan demi karavan melesat terus-menerus
dari ketiadaan menuju keberadaan.
Setiap malam,
semua pemikiran dan pemahaman menjadi kosong,
mencebur ke Laut yang dalam

Lalu, ketika fajar merekah,
mereka yang Ilahiah itu menyembulkan kepala dari Laut,
bagaikan ikan.
Ketika musim gugur tiba,
tak-terhitung cabang-ranting dan dedaunan membusuk
ke dalam lautan Kematian.

Sementara di taman,
burung gagak bergaun hitam-pekat,
bagaikan pelayat yang meratapi gugurnya tanam-tanaman.
Lalu, dari Sang Penguasa datang perintah kepada ketiadaan
“Kembalikan apa yang telah engkau telan
Wahai Kematian yang hitam,
kembalikanlah tanaman, bunga-bunga, dedaunan
dan rerumputan yang telah engkau telan!”

Wahai saudaraku,
kumpulkanlah kecerdasanmu dan pertimbangkanlah
dari saat ke saat, terus-menerus beredar musim gugur
dan musim semi di dalam dirimu.
Pandanglah taman qalb
hijau dan berembun dan segar,
penuh kuntum mawar, cemara dan melati

Ranting-dahan tersembunyi lebatnya dedaunan,
padang yang luas dan istana yang tinggi,
tersembunyi oleh lebatnya bunga-bunga.
Kata-kata ini bersumber dari Akal Sejati,
bagaikan wanginya bunga-bunga, cemara dan bakung itu.

Apakah engkau bisa mencium wanginya mawar,
sementara kuntumnya tiada
Apakah bisa engkau memandang busanya anggur,
sementara anggurnya tiada

Wewangian itu adalah panduan
yang membimbingmu berjalan
itu akan membawamu ke Jannah dan Kautsar.
Wewangian adalah obat untuk mata yang buta
dia adalah pemantik cahaya
mata Jakub terbuka oleh suatu wewangian.

Bau-busuk menggelapkan mata
wanginya Jusuf menyembuhkannya.
Engkau bukanlah seorang Jusuf
karenanya, jadilah seperti Jakub
bersikaplah bagaikan beliau,
akrabilah linangan air-mata dan kesedihan mendalam.

Dengarlah nasehat dari Hakim Sana’i ini,
agar terasa kesegaran di raga rentamu:
“Kehinaan memerlukan sebuah wajah bagaikan mawar;
jika tidak engkau miliki wajah seperti itu,
janganlah engkau beredar kesana-kemari sambil marah.

Akhlak rendah adalah kehinaan dalam wajah yang buruk,
kepiluan adalah sakit-mata di mata yang buta.”
Pada kehadiran Jusuf jangan biarkan dirimu menyombong
dan berlagak seakan dirimu cantik
tiada lain yang perlu engkau tawarkan kecuali permohonan
dan rintihan seorang Jakub.

Makna dari kematian,
sebagaimana disampaikan oleh sang burung beo,
adalah memohon dengan merendahkan diri
matikanlah dirimu-sendiri dalam permohonan ampun
dan kefakiran jiwamu,
Sehingga hembusan Isa dapat menghidupkanmu-kembali,
dan membuatmu cantik dan dirahmati,
sebagaimana sejatinya dirimu.

Bagaimanakah sebongkah batu
dapat tertutupi oleh limpahan kehijauan musim Semi
Jadilah tanah, sehingga dapat engkau mekarkan
beragam bunga aneka warna.
Telah bertahun-tahun engkau bagaikan batu yang tajam
cobalah sesuatu yang segar
serahkanlah dirimu, jadilah seperti tanah.

 Demikian puisi jalaludin rumi semoga  bisa di ambil hikmahnya

Sumber :Rumi
Read More >>

Puisi Rumi -Terjerat dalam kerumitan

Monday

Judul Puisi -Terjerat dalam kerumitan
Karya - Maulana Rumi



puisi karya rumi

Kita kecanduan diskusi rumit,
dan gemar mengatasi masalah.

Bolak-balik kita membuat simpul
lalu mengurainya kembali.

Terus menerus kita membuat aturan
tentang cara menampilkan kesulitan,
dan untuk menjawab aneka pertanyaan
yang diajukan.

Kita seperti burung
yang melonggarkan jerat
lalu mengencangkannya kembali
dalam rangka meningkatkan ketrampilan.

Sehingga hilang kesempatan terbang
jelajahi medan terbuka;
sehingga hilang kesempatan kunjungi
padang rumput,
habis umur sibuk dengan simpul.

Tetap saja buhul-jerat tak terkuasai,
walau sayap burung berkali-kali patah.

Simpul-jerat tak untuk dilawan,
jaga agar sayapmu tak patah.

Jangan rusak bulu pelindungmu
hanya sekedar untuk tunjukkan pada dunia,
betapa hebatnya usahamu.


karya:jalaludin rumi
Diambil dari:Rumi: Matsnavi  II: 3733 - 3738

kumpulan puisi karya rumi lainya disini
Read More >>

PUISI SUFISME KARYA "JALALUDIN RUMI"

Saturday




APABILA TUHAN MEMBUKAKAN BAGIMU JALAN UNTUK MAKRIFAT, MAKA JANGAN HIRAUKAN TENTANG AMALMU YANG MASIH SEDIKIT KERANA ALLAH S.W.T TIDAK MEMBUKA JALAN TADI MELAINKAN DIA BERKEHENDAK MEMPERKENALKAN DIRI-NYA KEPADA KAMU.

ALQUR'AN TERSURAT DAN TERSIRAT
Janganlah hanya faham sebatas arti kata-kata yang tertulis dalam Al-Quran kerna dibalik yang tertulis terdapat arti yang tersembunyi di balik arti lapis kedua ada lagi arti baru, yang menyilaukan fikiran dan pandangan.
Arti keempat, kecuali rasul, tak ada yang pernah memahami kebesaran Tuhan, yang tiada tanding dalam Keghaiban, hitunglah arti tersembunyi itu sampai tujuh. kisah bermakna yang mengagumkan dari langit.
Wahai kawan, janganlah hanya memandang jilid Al-Quran. Bagi setan, manusia hanyalah sepotong daging. Bagaikan manusialah Al-Quran itu.Bentuk lahir diluar dengan ruh tersembunyi didalamnya.

~JALALUDIN RUMI~

SATRIOEDAN  berkata:tentang maha karya "jalaludin rumi" dari syair diatas dari kata-kata ~Janganlah hanya faham sebatas arti kata-kata yang tertulis dalam Al-Quran ~dalam tingkatan islam ada 4 .syariat,tariqat,hakikat,makrifat. Dan ke4 itu di golongkan menjadi 2 bagian yaitu:
    • syariat dan thoriqot }lahir
    • hakikat dan makrifat}batin.

    • kalau kita memahami makna ALQUR'AN dari segi makna lahirnya saja tanpa ada rasa keinginan untuk mencari arti di balik arti yang tertulis. maka kita adalah termasuk kategori orang yang dimaksud dalam puisinya jalaludin rumi diatas,yaitu mengerti sebatas makna lahir saja.tak kan pernah tau dari sisi makna tersembunyinya. Sedangkan alqur'an disetiap ayat ayat sucinya menyimpan makna yang tersembunyi di balik makna yang tertulis.jika ingin tau makna yang tersembunyi berfikir dan fahamilah dari makna lahirnya.maka pasti akan terbuka makna yang tersembunyi.
      pemahaman,pengamalan,penerapan perintah tuhan secara bathin dengan "MENAFIKAN" sifat kita sebagai manusia,dan "MENGISBATKAN"semua adalah AF'ALULLOH. bahwa apa yang wujud didunia itu adalah tampilannya "LAMAUJUDAN ILLALLOH"
      itulah hakikatnya yang di maksud dengan makna yang tersembunyi, Misalnya jika kita ingin tau isi di balik kotak yang terkunci jalan satu2nya adalah mencari kuncinya,membuka kotaknya maka kita pasti akan tau apa yang ada di dalam kotak itu.
      Itulah salah satu contoh yang simpel. Dari petikan puisi di atas
      Komen Ala:satrio edan.

      TIPU DAYA DUNIA
      Dunia memiliki awan dan hujan yang tersembunyi, tetapi dalam jenis yang berbeda. Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda. Ini nampak nyata, hanya untuk orang yang berbudi halus – mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.

      ALASAN DUNIA DI CIPTAKAN
      Alasan dunia ini diciptakan adalah untuk mengungkapkan apa yang harus diketahui. Dia menciptakan apa yang diketahuiNya tanpa kelahiran dan rasa sakit, engkau tidak dapat bermalas-malasan barang sekejap, sampai engkau bisa memukan hakikat dari dirimu. Perjuangan dan kerja yang kau lakukan dengan tekun adalah jalan menuju pengungkapan hakikat diri. Tubuhmu adalah poros yang terus berputar, Karena otakmu terus menarik benang. Kedua dunia berada dalam peristiwa kelahiran dan rasa sakitnya sang ibu di sebabkan kelahiran. Sebabnya adalah ibu, akibatnya adalah anak. Turun temurun manuisa mengulanginya, Hanya mata yang dicerahkan melihat rantai peristiwa ini.

      ~ Jalaluddin Rumi~
Read More >>

Nafsumu Adalah Induk Segala Berhala

Tuesday

Puisi sufisme Jalaludin rumi
Judul :Nafsu Adalah Induk Segala Berhala
Dari  :Rumi masnawi 1

rumi-masnawi

Hawa-nafsumu adalah induk segala berhala
berhala jasmaniah itu bagaikan ular
sedangkan berhala batiniah itu bagaikan naga.
Hawa nafsu itu bagaikan besi dan batu untuk menghasilkan api
berhala jasmaniah itu nyala-api.
yang akan padam jika disiram air.

Tetapi tidaklah mungkin menundukkan besi dan batu dengan air.
Bagaimana insan yang sadar akan keberadaan hawa-nafsunya pernah merasa aman,
Jika berhala jasmaniah itu bagaikan air-hitam di dalam kendi
hawa-nafsu itu adalah pancuran yang mengeluarkan air-hitam.
Jika berhala jasmaniah itu seperti aliran air hitam

hawa-nafsu penghasil berhala itu bagaikan mata air yang penuh.
Hanya diperlukan sebutir batu untuk memecahkan kendi,
tapi bagaimana dengan pancuran yang terus memancarkan air-hitam itu.
Sangat mudah menghancurkan berhala jasmaniah
namun menganggap gampang menaklukkan hawa-nafsu
itu prasangka yang bodoh, bodoh sekali.

Wahai anakku, jika engkau ingin tahu bentuk-bentuk dari hawa-nafsu
pelajarilah tentang Neraka, dengan ke tujuh pintunya.
Setiap saat, hawa-nafu mengeluarkan tipu-muslihat
dalam setiap tipu-muslihat itu tenggelam seratus Fir'aun bersama bala-tentaranya.

Melesatlah kepada Musa dan Rabb-nya Musa,
jangan sampai kesombonganmu meluap, dan menumpahkan air keimanan.
Wahai pencari, genggamlah tuntunan Allah dan teladan Mustafa,
merdekakan dirimu dari Abu Jahal: jasmanimu sendiri.

Sumber: Rumi, Matsnavi I,
penerjemah bhs Inggris by Nicholson
Read More >>

puisi jalaudin rumi"cahaya dan bayangan"

Sunday

syair jalaludin rumi

puisi-syair-jalaludin-rumi

Cahaya dan bayangan

Tak mungkin suatu semesta terpisah dari semesta-semesta lainnya.
Tidak mungkin basah terpisah dari air, suatu langkah dari gerakan lainnya. Takkan padam nyala api dengan api lainnya.

wahai anakku, hatiku berdarah karena Cinta , jangan bersihkan darahku dengan darah yang lain.Hanya matahari yang mampu enyahkan bayangan.
Matahari memanjangkan dan memendekkan bayangan"carilah kuasa ini dari Sang Matahari.

Kalaupun ribuan tahun kau coba hindari, pada akhirnya, kan kau dapati bayangan senantiasa bersamamu. Yang melayanimu adalah dosa- dosamu, yang menolongmu adalah sakitmu, nyala lilinmu adalah kegelapanmu, pencarian dan jelajahmu dari jerat rantaimu.

Hal ini kan kujelaskan, hanya jika telah kuat hatimu sebab jika remuk kristal-gelas hatimu, takkan pernah ia pulih. Mestilah engkau miliki, dan sandingkan keduanya,cahaya dan kegelapan. dengarkanlah anakku, bersujudlah dalam-dalam di hadapan Pohon TaQwa.

Ketika dari Pohon Rahmat-Nya, Dia tumbuhkan untukmu sayap dan bulu, jadilah sesenyap merpati, jangan mendekur. Ketika seekor katak masuk kedalam air, sang ular tak dapat mendengarnya tapi saat ia menguak, ular jadi tahu dimana ia berada.

Walaupun sang katak berusaha menipu, dengan mendesis menirukan ular, suara aslinya yang parau tetap terdengar. Sang katak hanya dapat selamat jika menutup mulut, dan diam di sudut bahkan sebutir gandum pun, jika ia bisa diam di sudut, berubah jadi harta-karun. Ketika sebutir gandum berubah menjadi harta-karun, takkan ia lenyap ditelan bumi jiwa, yang bagai sebutir gandum, berubah menjadi harta-karun, ketika ia mencapai khazanah Hu.

Apakah kuakhiri kata-kata ini disini, atau kuperas lagi, Engkau lah, Sang Pemilik Sabda, yang tentukan; Wahai Rajaku, siapalah hamba ini.

By"Jalaludin rumi
Read More >>

syair merdekanya jiwa

Monday

Haqikat Kemerdekaan jiwa

by:jalaludin rumi

  sufisme rumi


puisi syufisme jalaludin rumi

Semula ingin kuceritakan padamu kisah hidupku, tetapi
gelombang kepedihan tenggelamkan suaraku.

Kucoba utarakan sesuatu, tetapi pikiranku rawan dan remuk,
laksana kaca.

Bahkan kapal paling megah bisa karam dalam 
gelombang-badai Laut Cinta,

apalagi biduk rapuhku,remuk berkeping-keping
tinggalkan ku sendiri, hanyut,
dan hanya berpegangan Pada sepotong papan.
Kecil dan tak berdaya timbul tenggelam dalam terpaan ombak,

sampai tak kuketahui apakah aku ada atau tiada.
Ketika menurutku aku ada, kudapati diriku tak berharga.
Saat ku tiada,

kudapati nilai-nilai sejati diriku.
Seturut pasang-surut akalku,tiap hari mati aku, 
dan dihidupkan lagi, karenanya tak kuragukan sedikit pun

adanya Hari Kebangkitan.
Ketika telah lelah,ku berburu cinta di alam dunia ini,

akhirnya di Lembah Cinta ku berserah-diri:
dan aku merdeka.


Sumber:

BY-RUMI: Divan-i Syamsi Tabriz,
Read More >>

Air Kehidupan by rumi

Wednesday

Air Kehidupan
by:jalaludin rumi

jalaludin-rumi

Semua hal,terkecuali 
cinta kepada yang Maha Indah
walaupun tampak manis bagai gula
sebenarnya membuat jiwa menderita.

Apakah itu penderitaan jiwa?
Menyongsong kematian seraya tidak menggenggam
Air Kehidupan.

Umumnya manusia, menancapkan pandangan ke dua mata
mereka kepada bumi dan kematian 
seraya mereka menyimpan seratus keraguan tentang 
Air Kehidupan.

Read More >>

Rumi-Rintihan Tawanan Dunia

Saturday

judul: Rintihan Tawanan Dunia
by:    Rumi (Divan-i Syamsi Tabriz )

  

Mesti berapa lama lagi
kudapati diriku
terantai dalam penjara ini,
terantai ke dunia ini.

Telah tiba saatnya
kuraih kesejatian hidup
dan aku bergerak, berderap
menuju ke kemurnian.

Jika aku bisa tersucikan
dan terbersihkan dari kotoran
seterusnya tiada yang kucari
kecuali Dia semata.

Ketika aku diciptakan,
telah disediakan untukku
semesta dan istana                 
sungguh aku ingkar
jika kuterima jabatan
hanya sebagai
seorang penjaga pintu.               

Jika ku berhasil

Read More >>

rumi Hanya engkaulah

Thursday

 Judul:Hanya engkaulah
  by: jalaludin rumi


Dari seluruh semesta,hanya Engkau saja yang kupilih,
Apakah Engkau akan membiarkanku duduk bersedih.
Hatiku bagaikan pena,dalam genggaman tanganmu.
Engkaulah sebab gembiraku,atau sedihku.
Kecuali yang Engkau kehendaki,apakah yang kumiliki.
Kecuali yang Engkau perlihatkan,apakah yang kulihat.
Engkaulah yang menumbuhkanku,ketika aku sebatang duri,
ketika aku sekuntum mawar,ketika aku seharum mawar,
ketika duri-duriku dicabut.

Jika Engkau tetapkan aku demikian,maka demikianlah aku.
Jika Engkau kehendaki aku seperti ini,maka seperti inilah aku.
Di dalam wahana,tempat Engkau mewarnai jiwaku,siapakah aku.
Apakah yang kusukai apakah yang kubenci Engkaulah yang Awal,
dan kiranya, Engkau akan menjadi yang Akhir.
jadikanlah akhirku lebih baik,daripada awalku.

Ketika Engkau tersembunyi,aku seorang yang kufur.
Ketika Engkau tampak,aku seorang yang beriman.
Tak ada sesuatupun yang kumiliki,kecuali yang Engkau anugerahkan.
Apakah yang dapat kusembunyikan dari-Mu,di dalam hati atau perbuatanku.


Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz
Read More >>

Rumi-Pantulan Cahaya yang Mempesonamu

Judul:Pantulan Cahaya yang Mempesonamu
Oleh:jalaudin rumi

 

Sang hamba kecintaan makhluk,
yang dulu disanjung-puji dunia,
kini malah ditalaknya,
gerangan apa salahnya"


Itu karena dia memakai baju pinjaman,
dan lalu bersikap seolah memilikinya.


Kami mengambilnya kembali,
agar dia menjadi yakin,
bahwa semua khazanah itu milik Kami, 
dan mereka yang cantik-molek itu 
hanyalah para peminjam.
sehingga dia paham bahwa jubah-wujud itu


Read More >>

Syair Sufi "JALALUDIN RUMI"

Friday



Jika engkau bukan seorang pencinta, maka jangan pandang hidupmu adalah hidup. Sebab tanpa Cinta, segala perbuatan tidak akan dihitung pada Hari Perhitungan nanti. Setiap waktu yang berlalu tanpa Cinta, akan menjelma menjadi wajah yang memalukan dihadapanNya. Burung-burung Kesedaran telah turun dari langit dan terikat pada bumi sepanjang dua atau tiga hari. Mereka merupakan bintang-bintang di langit agama yang dikirim dari langit ke bumi. Demikian pentingnya Penyatuan dengan Allah dan betapa menderitanya Keterpisahan denganNya. Wahai angin, buatlah tarian ranting-ranting dalam zikir hari yang kau gerakkan dari Persatuan. Lihatlah pepohonan ini ! Semuanya gembira bagaikan sekumpulan kebahagiaan. Tetapi wahai bunga ungu, mengapakah engkau larut dalam kepedihan ? Sang lili berbisik pada kuncup : “Matamu yang menguncup akan segera mekar. Sebab engkau telah merasakan bagaimana Nikmatnya Kebaikan.” Di manapun, jalan untuk mencapai Kesucian Hati adalah melalui Kerendahan Hati. Hingga dia akan sampai pada jawaban “YA” dalam pertanyaan : “Bukankah Aku ini Rabbmu"

Saat bahagia ketika kita duduk di istana,
kau dan aku, Dengan dua bentuk dan dengan dua angka tetapi dengan satu jiwa,
engkau dan aku Bintang di langit akan datang untuk menatap atas kita,
Kami akan menunjukkan kepada mereka Bulan itu sendiri,
engkau dan aku Engkau dan aku, individu tidak lebih,
harus berbaur dalam ekstasi, Menyenangkan dan aman dari celoteh bodoh,
engkau dan aku Semua burung berbulu cerah-langit akan melahap hati mereka dengan iri .
Di tempat di mana kita akan tertawa sedemikian engkau. Ini adalah keajaiban terbesar, bahwa engkau dan aku, duduk di sini di sudut yang sama,
Apakah pada saat ini sejajar antara engkau dan aku Hati saya mengatakan itu tertekan dengan-Nya, tapi aku hanya bisa tertawa dengan berpura-pura cedera.

Menjadi adil, Andalah suatu Kemuliaan untuk Anda, Jiwa, bebas dari "kita" dan "Aku," roh halus dalam setiap pria dan wanita.

Ketika seorang pria dan seorang wanita menjadi satu, bahwa "satu" adalah Anda. Dan ketika salah satu yang dihancurkan, ada Anda.

Dimana ini "kami" dan ini "saya"? Di sisi Sang Kekasih. Anda membuat hal ini "kami" dan ini "saya" agar Anda bisa bermain permainan ini pacaran dengan Diri Sendiri, bahwa semua "Anda" dan "saya" mungkin menjadi satu jiwa dan akhirnya tenggelam dalam Kekasih.

Semua ini benar. Ayo! Anda yang adalah Firman Kreatif: Jadilah Anda, begitu jauh di luar deskripsi.

Apakah mungkin untuk mata jasmani untuk melihat Anda? Dapatkah Anda berpikir memahami tawa atau kesedihan? Katakan sekarang, bisa itu mungkin melihat Anda sama sekali? Seperti hati hanya meminjam hal-hala untuk tinggal bersama.

Taman cinta adalah hijau tanpa batas dan menghasilkan banyak buah selain kesedihan atau sukacita. Cinta adalah melampaui kondisi baik: tanpa musim semi, tanga musim gugur , tapi selalu segar.

puisi ungkapan cinta *jalaludin rumi*

Cinta mengubah kepahitan menjadi manis tanah dan tembaga menjadi emas yang keruh menjadi jernih si pesakitan menjadi sembuh penjara menjadi taman derita menjadi nikmat kekerasan menjadi kasih sayang

Cintalah yang telah melunakkan besi mencairkan batu membangkitkan yang mati meniupkan kehidupan pada jasad tak bernyawa mengangkat hamba menjadi sang majikan

Cinta bagaikan sayap dengannya manusia terbang di angkasa menggerakkan ikan menuju jala sang nelayan menghantar si kaya meraih bintang di langit ketujuh Cinta berjalan di gunung maka gunungpun bergoyang menari

Cinta itu kekayaan sejati takkan bersatu dengannya singgasana raja dan sultan siapa yang telah mencicipi takkan ada lagi anggur yang melebihi Cinta adalah raja diraja kekuasaan rajapun bersujud di hadapannya sultan dan khalifah menjadi budaknya

Cinta bagaikan penyakit tanpa obat setiap penderita meminta ditambahkan penderitaannya dengan suka cita mereka berharap kepedihan dan derita dilipatgandakan Takkan ada minuman di dunia yang manisnya melebihi racun ini Takkan ada lagi kesehatan di dunia yang lebih baik dari penyakit ini Cinta memanglah penyakit tetapi, penyakit yang menyembuhkan semua penyakit siapa saja yang pernah mengidapnya takkan pernah lagi menderita penyakit lain

Cinta adalah warisan Sang Adam sedangkan kecerdikan itu barang dagangan syetan tempat si cerdik dan bijaksana bersandar pada jiwa dan akalnya Cinta berarti penyerahan dri karena akal bagaikan seorang perenang yang terkadang sampai ke tepian sering juga tenggelam di tengah jalan Tak sebanding dengan Cinta ini ibarat bahtera Nuh yang terselamatkan

Tidak setiap kita berhak dicintai karena syarat dicintai adalah akhlak dan keutamaan namun ambil bagianmu sebagai pecinta dan nikmatillah Jika dirimu tidak menjadi yang dicintai, maka jadilah yang mencintai…

by:jalaludin rumi.
Read More >>

Jalaluddin Rumi"Doa Cinta Pengantin"

Sunday

puisi jalaludin rumi



Doa Cinta Pengantin
by:Jalaluddin Rumi
Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.

Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.

Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu. Amin..
Kata kata lembut yang kita bisikkan pada pasangan kita
Tersimpan disuatu tempat rahasia di Surga
Pada suatu hari, mereka aka berjatuhan bagaikan hujan, lalu tersebar
Dan misteri cinta kita akan tumbuh bersemi
Disegala penjuru bumi
Read More >>

Do"a Adalah perwujudan hamba

Wednesday

Puisi sufisme by rumi
 kumpulan puisi sufisme,
syair sufi terbaru

 JALLALUDIN-RUMI-MASTNAWI
Tanggalkan permohonan 
yang kering dan hampa makna. 
tegaknya sebatang pohon, 
pastilah karena bibit telah disebar. 
tapi bahkan jika tak kau miliki benih, 
karena hampanya do'amu, 
Tuhan akan anugerahi engkau sebatang pohon kurma, 
seraya bersabda, 
"Alangkah baiknya penghambaannya!
Lihatlah Maryam putri Imran
kerinduannya sampai ke dasar hati, 
tapi tak dimilikinya bibit 
maka Sang maha indah 
membuat pokok kurma
kering menghijau baginya. 
karena wanita mulia itu setia pada-Nya, 
tuhan berikan seratus kebaikan-Nya 
tanpa suatu hasrat berdesir di hatinya.


Rumi: Matsnavi V: 1188 - 1191

Read More >>

PUISI SUFISME BY RUMI

Sunday

Puisi sufisme karya jalaludin rumi

puisi sufisme

PUISI SUFI,puisi cinta,puisi islami, puisi sufi terbaru

Wahai mata, carilah Dia,
akan kau lihat hal-hal yang menakjubkan.

Wahai jiwa, carilah Dia,
barulah akan kau alami riang dan senang.

Wahai fikiran, carilah Dia,
sampai engkau mabuk,
seperti penyembah berhala.
Carilah Dia, dan akan kau alami kesulitan,demi Yang Tercinta.

Wahai cinta, carilah Dia,
sehingga engkau melesat ke angkasa.

Wahai 'aql, carilah Dia,
dan akan kau dapati pengetahuan
dan pembelajaran sejati.

Rahasia dan keajaibannya,
melampaui sebab-akibat.
Mata lahiriah terhijab,
karena yang terpandang olehnya
hanyalah sebab-akibat.

Pencinta di jalan ini,
yang tercemar namanya karena seratus tuduhan,
akan menemukan seratus pujian dan sanjungan,
ketika dia musnah-lebur.

Demi berhaji ke Mekkah,
perjalanan melintasi padang pasir menjadi pantas.
Walau harus bertahan hidup dengan susu unta,
dan berhadapan dengan penyamun Baduy.

Yang berhaji akhirnya mencium Hajar Aswad,
agar dialaminya kecupan bibir Yang Tercinta.

Mengenai sabda-segar dari Yang Tercinta,
peliharalah; jangan engkau palsukan
dengan yang lain jangan tambahkan
dengan kata-katamu sendiri
karena hanya para pencari
yang dapat menemukan tambang emas.

Sumber: Rumi,Divan Syamsi Tabriz.

Read More >>

RUMI|Percakapan dengan TUHAN

Wednesday



PUISI JALALUDIN RUMI

Ya alloh
Kau Tuhan semesta alam,
Kau Tuhan Langit dan Bumi.
Kau Tuhan Timur dan Barat,
Tanah dan Laut,
yang atas dan bawah,
Para Manusia dan jiwa-jiwa.
Kau Awal dan Akhir.
Seluruh Dunia-Mu akan binasa,
Anda akhirat Satu.
Tak satu pun dari ciptaanMu
Akan bertahan di semesta-Mu,
Kau adalah Satu.
Kau adalah Tuhan
yang bertempat dan yang tidak bertempat
Kau adalah Raja yang tak tertandingi .
Untuk Satu Nabi (Musa),
Kau memberikan-Nya takhta Mesir
Nabi lain (Isya),
Kau mengirim dia sebagai "Gembala yang Baik"
Untuk Nabi Muhammad,
Kau memberikan dia ribuan perkumpulan malaikat
untuk Perjalanan Malam dan malam mi'raj.
Untuk orang -orang,
Kau sirami dengan harta dan kebahagiaan,
Kau memenuhi semua mimpi-mimpinya, memberikan
kepadanya yang terbaik dari keberuntungan.
Kepada orang lain,
Kau membuat dia berkeliaran di seluruh dunia
kelaparan,
Pencarian untuk sepotong roti.
Ya Allah
Selama aku hidup
Kau adalah Raja dan Alasanku
Kau adalah Jalan dan Tujuanku.

by jalalin rumi
Read More >>

tabir sang pencipta

Sunday

puisi sufisme terbaru
puisi jalaludin rumi

Sang Pencipta 
tersembunyi di dalam sanggar
masuklah kedalamnya, 
jika engkau
ingin menemui-Nya.

segala ciptaan itu hijab 
yang membentang
menutupi Sang Pencipta 
kau tak dapat melihat Sang Pencipta
hanya dari luar ciptaannya.

Karena Dia berada di dalam sanggar
sedang engkau masih diluar 
engkau tak akan pernah   
menyadari kehadiran-Nya.

Maka, masuklah ke dalam sanggar
maksudku masukilah ketiadaan
dan lihatlah sendiri karya ciptaan
sekaligus Sang Pencipta.

sumber:rumi masnawi II
Read More >>

jalaludin rumi"rindu langit"

Thursday

Puisi jalaludin rumi




Jika terus kau jaga harapanmu, yang merindu pada Langit,
walau sampai gemetaran engkau bagai daun diterpa angin,
maka air dan api ruhaniyah akan muncul, dan meningkatkan kesejatianmu.

Tak diragukan lagi,rindumu itu yang kan membawamu sampai ke sana.
Jangan hiraukan kelemahanmu yang harus kau jaga itu adalah kedalaman rindumu.

Sesungguhnya pencarian ini adalah janji Tuhan dalam dirimu,
karena setiap pencari layak dapatkan apa yang dicarinya.
Tingkatkan pencarianmu,sampai qalb-mu merdeka dari penjara yaitu 
ragamu sendiri.

Biarkan saja orang awam mengatakan,"sungguh malang nasibnya, dia telah mati"
mereka tak mendengar jawabanmu"sesungguhnya aku hidup, wahai orang lalai,

Walaupun, seperti raga yang lain,tubuhku telah dikuburkan,
ke delapan surga memekar dalam qalb-ku.
Ketika jiwa bercengkerama di taman penuh berbagai bunga indah,
tak perlu dirisaukan raga yang berkalang tanah.

Bagi jiwa yang telah tersucikan, sama sekali tidak menjadi soal jika raganya
dimakamkan di kuburan indah atau seadanya.Malah sebenarnya, 
dari alam jiwa nan penuh-warna,dia berseru, 
" seandainya saja kaumku mengetahui.

Jika jiwa tak memiliki suatu kehidupan yang berbeda dari raga, lalu untuk 
siapakah Langit disiapkan sebagai istana bagi kehidupan abadi.

Jika jiwa tak memiliki suatu kehidupan yang berbeda dari raga, 
kepada siapakah ditujukan janji.Dan di  Langit terdapat rezekimu.
Read More >>

Syair Jalaludin Rumi Seorang Pencari

Monday

 Judul Puisi : Seorang Pencari

puisi seorang pencari

Cepat atau lambat
jika sejatinya engkau seorang pencari
pada akhirnya akan kau temukan.

Hendaknya selalu engkau mencari
dengan segenap dirimu.
Karena terus mencari
adalah panduan terbaik dalam Jalan.

Walau sampai pincang engkau
dan terseok-seok
walau sosokmu sampai bungkuk dan lusuh
teruslah merayap menuju Yang Tunggal.

Terkadang dengan ucapmu,
atau dengan heningmu,
hendaknya engkau waspada
selalu upayakan mengendus
wewangian Sang Raja
di pelosok ciptaan-Nya.


Sumber:Rumi-Matsnavi  III
Read More >>

Mari Kita Berangkat

Thursday

Mari Kita Berangkat  
by:rumi

 

Wahai para pecinta, bangkitlah
Saatnya kita terbang ke langit,
cukup sudah kita tinggal di alam ini,
saatnya bertolak ke sana.

Sungguhpun indah sangat
ke dua taman ini,
kita lewati saja,
bergerak menuju ke Sang Tukang Kebun.

Mari teguhkan ruku kita ke arah Laut,

layaknya arus deras,
mari kita tunggang gelombang,
melaju di permukaan sang Laut.

Mari kita berangkat,

dari pemukiman penuh kesedihan ini,
menuju pesta pernikahan;
mari ubah wajah kita,
dari pucat-pasi,
menjadi segar merona.

Hati kita keras berdegup,
gemetar bagai daun dan ranting kecil
yang takut jatuh tercampak;
mari mencari suaka
di Wilayah Terlindung.

Tak mungkin mengelak dari kesakitan,
selama kita dalam pengungsian,
tak mungkin mengelak dari debu,
selama kita tinggal di padang pasir.

Bagai burung surgawi bersayap hijau,
dan berparuh tajam,
mari kita jadi pengumpul gula,
bercengkerama di kebun tebu.

Terkurung kita oleh bentuk-bentuk,
ciptaan Sang Pencipta tak-berbentuk,
Sudah puas kita dengan semua bentuk ini,
mari menuju Dia yang tanpa padanan.

Bentuk-bentuk ini adalah tanda-tanda

dari Sang Pembentuk tanpa-tanda;
tersembunyi dari pandangan iblis,
mari, kita menuju kepada yang tak-bertanda.

Di jalan penuh ujian ini,

Cinta adalah sang pemandu,
menuntun gerak maju kita.

Bahkan jika ada seorang raja 

menawarkan perlindungan,
lebih selamat kita menempuh jalan
dalam jama'ah.

Kita bagaikan air yang menetes
dari atap yang bocor,
mari kita memancar dari atap bocor itu
dan mengalir melalui saluran-air.

Kita melengkung bagai busur-panah,

karena tali-busur itu
berada di tenggorokan kita sendiri,
ketika kita telah menjadi lurus,
maka kita akan melesat,
bagai anak-panah terlepas dari busurnya.

Meringkuk kita bagai tikus dalam lubang,

gemetar takut pada kucing;
jika kita anak-singa,
tentu kita menghampiri induk-singa.

Mari berjuang

agar jiwa kita sejernih cermin
yang merindukan bayangan sesosok Yusuf;
mari menghampir kepada keindahan Yusuf
seraya membawa sebuah hadiah.

Sekarang, mari kita diam,

agar Sang Pemberi Perkataan
yang mengatakan semua ini;
bersama sabda-Nya,
mari kita berangkat. 


Sumber:Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz
Read More >>

Syair Dan Puisi"Jallaludin Rumi"

Saturday



Photobucket

Cinta bagaikan sayap dengannya manusia terbang di angkasa menggerakkan ikan menuju jala sang nelayan menghantar si kaya meraih bintang di langit ketujuh Cinta berjalan di gunung maka gunungpun bergoyang menari

Tidak setiap kita berhak dicintai karena syarat dicintai adalah akhlak dan keutamaan namun ambil bagianmu sebagai pecinta dan nikmatillah Jika dirimu tidak menjadi yang dicintai, maka jadilah yang mencintai.

Dunia tersembunyi memiliki awan dan hujan, tetapi dalam jenis yang berbeda. Langit dan cahaya mataharinya, juga berbeda.

Ini tampak nyata, hanya untuk orang yang berbudi halus mereka yang tidak tertipu oleh kesempurnaan dunia yang semu.

“Orang harus mendobrak dan mematahkan batas-batas pemikiran untuk menyaksikan kekuatan cinta yang tertinggi, dan untuk mencerap kebesaran Allah Tercinta

Mari Kemari datang Datanglah Mari Kemari Datanglah Siapa Pun Dirimu. Pengelana, Peragu, dan Pecinta.
Mari Kemari Datanglah Tak Penting Kau Percaya atau tidak.
Mari, kemari Datanglah Kami Bukanlah Caravan Yang Patah Hati Atau Pintu-Pintu dari Keputusasaan,
Mari Kemari Datanglah Meski Kau Telah Jatuh Ribuan kali,
Meski Kau Telah Patahkan Ribuan Janji,
MariKemar datang datanglah Sekali Lagi
.
Apabila kamu selami sifat"mu sendiri, kau akan tau betapa keburukan berasal dari dirimu sendiri

Jangan pernah katakan "Tuhan aku punya masalah besar, tp katakan wahai masalah besar aku punya Tuhan Yang Maha Besar

Begitu aku mendengar kisah cinta pertamaku,aku mulai mencariMU,tak tahu seberapa butakah itu. Pecinta akhirnya tidak bertemu disuatu tempat.Mereka bersama sama satu sama lain.

memahami al-qur'an itu sprti kita melihat cewek yg brcadar,ketika cadar itu terbuka maka mata kita terbelalak oleh kecantikanya dan begitu pun al-qur'an kalu kita smpai memahami al-qur'an sampai makna mutasabihatnya pasti kita akan terbelalak oleh ke mu'jijatanya

cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya nampak sekali. Ia mampu mempengaruhi fikiran sekaligus memberi kesan kepada tindakan.

Sungguh, cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Cinta mampu melembutkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat hamba menjadi pemimpin. Inilah kedahsyatnya cinta!"

Cinta adalah warisan Sang Adam sedangkan kecerdikan itu barang dagangan syetan tempat si cerdik dan bijaksana bersandar pada jiwa dan akalnya Cinta berarti penyerahan dri karena akal bagaikan seorang perenang yang terkadang sampai ke tepian sering juga tenggelam di tengah jalan Tak sebanding dengan Cinta ini ibarat bahtera Nuh yang terselamatkan.

Di jalan kebenaran pencinta tak mencari mencari apa yang tak dilihat oleh kekasihnya Jika cahaya Cinta menerobos kalbu kita, artinya Cinta telah bersemayam di hati si dia Bila Cinta Tuhan menyala dalam hatimu, tentu Tuhan telah mencintaimu.

Suara tepukan tidak akan terdengar dari tangan yang bertepuk sebelah tangan Tuhan telah menetapkan bahwa kita adalah pencinta satu dengan yang lain.

Karena ketentuan itulah setiap hal di muka bumi diberi pasangan Di mata orang arif, Langit adalah lelaki dan Bumi adalah perempuan Bumi menerima saja apa yang diturunkan Langit ke haribaan dan rahimnya.

Jika bumi kurang panas, Langit mengirimkan panas Jika bumi kurang segar, Langit menyegarkan bumi yang lembab Langit berputar menurut sumbunya, bagaikan suami mencari nafkah bagi istrinya Dan Bumi sibuk mengurus rumah: ia menunggui dan menyusui bayi yang dilahirkan.

Perumpamaan Bumi dan Langit adalah seperti bakat dan kepandaian Yang satu memerlukan yang lain untuk hidup dan maujud Tanpa Bumi bagaimana kembang dan pepohonan berbunga? Tanpa Bumi apakah Langit bisa menghasilkan air dan panas? Ketika Tuhan meletakkan nafsu berahi ke dalam diri lelaki dan perempuan Lihat, dunia telah berhasil diselamatkan oleh persatuan dari keduanya.

Begitulah Tuhan menanamkan keinginan dalam setiap bagian Dari keberadaan demi bagian keberadaan yang lain Siang dan Malam, dilihat dari luar saling bertentangan Namun untuk mencapai tujuan yang satu, mereka saling membantu Masing-masing saling mencinta untuk mencapai kesempurnaan Mereka saling memerlukan agar kerja mereka sempurna Tanpa Malam, hidup manusia tak akan membuahkan hasil, pun jika tanpa Siang.


«by;jalalludin rumi»
Read More >>
Prev Home
*

traffic

Kembali ke ATAS